<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740</id><updated>2011-10-06T14:56:45.704-07:00</updated><title type='text'>nila rahma</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-523646190854683640</id><published>2011-08-12T23:43:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T23:45:10.629-07:00</updated><title type='text'>Sang Penandai</title><content type='html'>Jim, lelaki pemain biola itu tak berani menjemput Nayla yang telah lama menungguinya di balik tembok istana kota. Jim terlalu pengecut untuk membuktikan cintanya. Dia tak mengerti bahwa sesungguhnya cinta adalah kerja-kerja yang penuh dengan pengorbanan. Nayla telah menunjukkan pengorbanannya yang sudah di luar logika. Dia memberontak pada keluarganya dengan meminum racun sebab dia tak sudi berpakaian pengantin jika bukan untuk Jim. Nayla tak mau membersamai lelaki sepanjang sehari jika itu bukan Jim, kekasihnya. Nayla tak mau menikah dengan pria yang tak dicintainya. Titik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nayla dan Jim bertemu peratma kali saat Jim memainkan biola di pernikahan Marguiretta. Usai memainkannya, Jim terkesiap melihat gadis itu mendekatinya, dan berkata dalam bahasa asing yang tak ia mengerti. Dia tidak akan mengerti karena bersekolah saja ia tak pernah. Kurang lebih gadis itu berkata padanya, “Mainkan satu lagu lagi untukku.” Tak lama, Jim menggesek biolanya kembali. Memainkan satu lagu lagi untuk Nayla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari mereka bermain di taman kota. Jim memainkan biola untuk Nayla. Dan Nayla bercerita apa saja. Jim mendengarkannya. Begitu terus setiap hari. Mereka menikmati keberduaan itu. Orang-orang di taman kota bahkan sudah biasa melihatnya setiap hari di taman kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Nayla sudah tiada. Jim dengan kepengecutan yang masih lekat lebur dalam jiwanya ingin menyusul kekasih hatinya dengan meminum racun yang kini sudah ada di tangannya. Jim terlalu banyak berpikir. Berpikir terlalu panjang untuk menjemput kekasihnya ke alam sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia menunggu kisahmu, Jim. Dunia membutuhkan kisahmu. Dunia tak pantas lagi tercekoki kisah cinta sehidup semati yang dipercayai masyarakat seperti kisah denting jam dinding kota di kapel tua itu. Kisah itu bohong besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Pecinta sejati tak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya.” &lt;/span&gt;Begitulah Sang Penandai berkata pada Jim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jim harus meneruskan hidupnya, tanpa Nayla di sampingnya. Jim harus terus berjalan tanpa Nayla mengiringinya. Keberangkatan Armada Kota Terapung menjadi wadah Jim untuk meneruskan perjalanannya. Sekali lagi, tanpa Nayla. Kelasi yang Menangis, itulah sebuatan bagi Jim. Sungguh pantas ia disebut demikian. Ia terisak-isak sendiri meratap pada tembok kapal. Menangis tersedu-sedu saat malam hari. Berbulan-bulan. Saat teringat Nayla, itulah yang membuatnya demikian. Mengingat Nayla adalah kepahitan hidup yang harus ia rasai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai peristiwa ia alami dalam ekspedisi yang dilakukan Armada Kota Terapung. Bertarung dengan perompak dan menghadapi badai besar hanyalah sebagian peristiwa yang dialaminya, hingga ia bertemu dengan gadis yang sungguh mirip dengan Nayla, kekasihnya dulu. Tetap, hal yang paling pahit adalah saat teringat Nayla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspedisi Armada Kota Terapung begitu mengesankan. Berangsur-angsur dalam perjalanan itu kepahitan luka hati Jim membaik. Memang benar, perjalanan panjang membuat kita membaik dalam menghadapi hidup. Hingga tibalah mereka pada daratan yang benar-benar mereka tuju. Sebuah tempat yang indah, tergugus lima pulau di sana dan kaya akan sumber daya alamnya. Di sanalah Jim mengakhiri ceritanya. Ia hampir mati setelah berusaha terseok-seok, berjalan, dan kemudian berlari hingga ke sini. Benar, “Pecinta sejati tak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya.” Dan, kini Nayla berada di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau telah memberi satu kisah pada dunia tentang cinta sejati. Bukan seperti kisah bohong di kapel tua itu. Terima kasih, Jim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 13 Agustus 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;usai membaca &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kisah Sang Penandai&lt;/span&gt; karya Tere Liye&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-523646190854683640?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/523646190854683640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2011/08/sang-penandai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/523646190854683640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/523646190854683640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2011/08/sang-penandai.html' title='Sang Penandai'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-405153752364042345</id><published>2011-07-25T10:28:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T23:46:35.045-07:00</updated><title type='text'>Melihat Langsung</title><content type='html'>Melihat pertunjukan seni secara langsung adalah kenikmatan yang lebih menarik hati jika dibandingkan dengan menontonnya melalui televisi ataupun rekaman sejenisnya. Semenjak berada di fakultas tempat menimba ilmu saat ini, aku semakin tertarik dengan kesenian. Aku menyukai musik, tari, drama, bahkan orasi sendiri adalah seni. Ya, sebutlah orasi sebagai seni jalanan karena selalu terkatakan di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kau akan lebih tertarik berada di pinggir jalan atau di dalam barisan saat ada orasi daripada hanya menontonnya di rumah dari sekotak televisi? Jika tidak, ya sudah. Itu tidak jadi persoalan.  Sama seperti saat aku menonton konser-konser Iwan Fals di televisi. Aku suka dia dan dulu, waktu SMA, aku memiliki mimpi melihat dia bernyanyi langsung. Dan, sebab berita dari temanku, aku tahu engkau akan mengunjungi UI. Lalu, kau berpesan, “Tanam, tanam, tanam. Oi. Siram siram siram.” Untungnya, kubawa payung waktu itu. Jadilah nyanyianmu mengiringi hujan dan mengiriku di bawah payungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu sekolah, beberapa puisi di buku materi pelajaran Bahasa Indonesia tertera nama-nama pemuisi terkenal, seperti Taufik Ismail, WS Rendra, D Zawawi Imron, Agus R. Sarjono, dan Sapardi Djoko Damono. Juga Hamsad Rangkuti sebagai cerpenis keren. Dan, sesungguhnya mereka dekat dengan kita, di sini, di dalam hati kita yang mencintai seni. Sangat senang mendengarkan wejangan para orang keren itu saat celotehan mereka keluar menuju ujung mikrofon. Membacakan puisi di atas panggung gedung 9 FIB UI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Om Rendra, waktu itu aku melihat engkau pucat sekali. Saya baru tau kalo Om sudah sakit cukup parah saat itu. Om Rendra, para pengamen itu datang, membela-belakan diri masuk ke gedung 9 untuk menyapamu. Berkenalan denganmu. Mereka tak mau duduk sejajar di kursi di sampingmu. Mereka duduk di bawah samping kanan dan kiri mengerumunimu. Bukankah itu sesuatu yang patut kuiri darimu? Ya, Om Rendra, aku hanya sedikit tahu, mungkin, itu bagian dari cara cermin ikhlasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Taufik, waktu di SMA dulu, guru Bahasa Indonesiaku memajang fotonya yang di sana ada Bapak di sampingnya. Tahukah kau, Bapak? Aku juga ingin. Ingin berbincang denganmu. Menatapmu dari dekat. Mendengar dan melihat langsung Bapak berbicara. Dan, terima kasih, Pak. Engkau sudi mendengarkan puisiku di gedung 4 waktu itu, waktu anak-anak Teater Sastra mengundangmu. Anak Tesas menawariku untuk membacakan puisiku, aku maumau saja, tanpa rasa malu-malu. Itu karena aku ingin mengejamu melalui puisiku. Dan, sungguh, engkau (masih saja) memukau dalam membaca puisi. Aku tahu itu dari hati. Engkau tertawa. Engkau marah. Dan engkau pun menangis. Menangis. Menangis hingga kau pun keluarkan sapu tangan dari saku celanamu. Kami tahu, engkau menagisi negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari itu yang berbeda padamu adalah pada cara kau berada di panggung. Di akhir tahun 2007, engkau kuat berdiri dan membaca berlembar-lembar puisimu yang selalu membuat kami kelu, prihatin atas hujaman-hujaman pada negeri ini oleh palu-palu. 19 Mei 2011, malam itu, kau duduk dan membaca lembaran-lembaran puisimu. Kami tahu engkau mulai menjadi senja. Seperti biasa, engkau mengambilnya sendiri dari map yang juga kau bawa sendiri. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Election Channel!&lt;/span&gt;” Gila, itu sungguh sindiran hebat untuk Metro TV dan kami semua tertawa di ruang itu, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa mereka pikir pemilu ini diadakan di California? Pake bahasa Inggris segala!&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus R. Sarjono, aku sangat menyukai puisimu yang berjudul “Memperlihatkan yang Palsu”. Aku tau dari buku kumpulan sajak yang diberikan kakakku saat aku masih di tahun pertama kuliah. Aku membacanya dan aku, bahkan, pernah menghafalnya. Aku bacakan puisi itu pada teman-temanku saat perjalanan ke Sukabumi, saat menuju tempat baksos di pelosok desa itu. Om Agus, semoga kami bisa menjadi murid dan guru tanpa sapaan palsu karena kami tak ingin menjadi yang palsu. Dan, kau membawakan itu di atas panggung gedung 9 dan tentunya aku menyukai itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitaro. Aku tahu namamu sejak SMA. Saat aku meminjam mp3 dari kakakku. Oke, air, angin, udara. Alam, adalah inspirasi bagimu. Satu hal yang ingin kusampaikan padamu, “Kau rendah hati sekali.” Terlihat bagaimana engkau berjalan, engkau menatap, engkau berbicara, engkau memainkan grand piano itu. Kau memang tak setinggi rektorat UI, Gumilar. Tapi, engkau memiliki jiwa yang luas, seperti luasnya alam yang menginspirasimu. Aku baru tahu bahwa engkau tak bisa membaca not balok. Bukankah itu suatu yang patut kuiri? Ya sudahlah, setidaknya, aku harus menirumu untuk berendah hati. Kau begitu antusias melihat pertunjukan kolintang yang dimainkan oleh sekelompok pemuda di gedung 9 waktu itu. Bahkan, kau mengajaknya untuk rekaman bersama. Bukankah itu sebuah contoh kerendahhatian seorang yang besar? Meski ada yang bilang, musikmu sudah terlalu pasaran, aku masih menikmatinya kok, Kitaro  Rambut panjangmu lucu  Aku memiliki beberapa instrumen yang telah kau buat, tapi aku tak bosan mendengarkan rekaman permainanmu saat di gedung 9 dari mp3ku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga malam ini, Tanjidor, samrah, dan silat Betawi memukaukan Setu Babakan, menyenangkan penonton, dan tentunya menyenangkan hati saya  Sangat senang juga karena Sabtu lalu saya melihat dan mendengar langsung pembacaan Hikayat Saman oleh seorang ibu di rumah Bang Yahya Andi Saputra, di kawasan Cilandak Selatan, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memang yang pertama dan rekapannya adalah beda. Kesempatan untuk menjadi saksi langsung adalah kesempatan yang sungguh menyenangkan :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-405153752364042345?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/405153752364042345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2011/07/melihat-pertunjukan-seni-secara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/405153752364042345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/405153752364042345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2011/07/melihat-pertunjukan-seni-secara.html' title='Melihat Langsung'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-7552944755759703558</id><published>2011-01-08T20:36:00.000-08:00</published><updated>2011-01-08T20:52:49.568-08:00</updated><title type='text'>Laporan Pertanggungjawaban Akhir Tahun 2010 DEPARTEMEN KEILMUAN DAN KAJIAN BUDAYA BEM FIBUI</title><content type='html'>Oleh Nila Rahma, Kepala Departemen Keilmuan dan Kajian Budaya BEM FIBUI 2010&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, sang Khalik, pencipta makhluk teladan, Muhammad SAW. Terima kasih kepada orangtua, Nurrochim dan Tholiatul Farichah yang tak lelah berdoa, menasihati, dan mengajari anaknya ini. Terima kasih kepada saudaraku, Amir Salaf, Ulfah Nur, Salman Akkad, dan Burhanudin yang memberi semangat cinta dalam keluarga; bersyukur memiliki saudara seperti kalian. Terima kasih kepada seluruh keluarga di BEM FIBUI, terutama keluarga Keilmuan dan Kajian Budaya; Zaky, Acha, Ryana alias  Nanda, Intan, Winda, Kunti, Vili, Dhisty, Dhana, Raha, Juned, Dian, Nuni, dan Zulfah, serta Ijonk (ketua BEM-ku), para BPH BEM, terutama Peni, Lu’lu, Tika, Ira, Fini, Cici, Nadil, dan kawan-kawan; saya belajar banyak dari kalian. Banyak sekali. Juga terima kasih kepada tetangga sebelah, Bela dan Rere. Juga segenap keluargaku di IKSI, serta berbagai pihak dekanat, terutama Bapak Untung, Ibu Lily, Bapak Bambang Wibawarta, serta Bapak Albert Roring yang banyak memberikan pelajaran bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Departemen Keilmuan dan Kajian Budaya BEM FIBUI &lt;/span&gt;(selanjutnya disebut KKB) adalah sebuah bentuk wadah kompilasi cita-cita, antara keilmuan dan kajian budaya. Secara resmi, nama departemen ini terakui sejak berdirinya BEM FIBUI 2010. Dimulai dari awal tahun, lalu melewati tengah tahun, dan sekarang menjelang akhir tahun, kami bertingkah dalam kehidupan organisasi, di sini, setidaknya untuk FIBUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi KKB adalah “Mengkaji dan Mengenalkan” kepada seluruh khalayak kampus. Dari tengah tahun hingga akhir masa jabatan, sebanyak  enam (6) program telah dijalankan dengan hasil cukup memuaskan. Sebuah program baru berhasil ditelurkan oleh departemen ini, yakni Sekolah Mahasiswa Berprestasi (SMP). Program yang lain terjumpai kembali seperti Kontingen FIB untuk OIMUI, PekanSeniRupa (PASIR), dan Penerbitan Jurnal Kohesi vol.2. Tak ketinggalan, program berkelanjutan dari tengah tahun pertama, seperti Dinding Budaya dan Diskusi Budaya menunjukkan konsistensinya dengan cukup baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun kepengurusan tak jauh lagi dari mata, bahkan lebih dekat dengan jengkalan tangan. Menjadi bagian dari keluarga Kajian Budaya di BEM tahun 2009 memberikan warna tersendiri bagi saya dalam menjalani titah-titah di tahun 2010 ini. Bagaimanapun juga, menjadi bagian tahun lalu menjadi irisan pelajaran yang seringkali menjadi kisahan yang tertuang dan ingin terulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan ini dibuat sebagai bahan refleksi bagi Departemen Keilmuan dan Kajian Budaya, sekaligus sebagai pertanggungjawaban akhir tahun untuk DPM FIB UI, juga sebagai potret kisahan yang dapat dinikmati di masa mendatang. Sebuah pelajaran: ide dan realisasi memang harus berjalan beriringan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Deskripsi Kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Departemen Keilmuan dan Kajian Budaya BEM FIBUI memiliki tugas untuk:&lt;br /&gt;1. Mengkaji dan mengenalkan budaya sebagai bentuk yang cair kepada mahasiswa seluas-luasnya&lt;br /&gt;2. Menjadi salah satu wadah mahasiswa dalam kegiatan keilmuan dan pengkajian budaya&lt;br /&gt;3. Menyemarakkan kehidupan kampus dengan aktivitas-aktivitas keilmuan dan pengkajian budaya.&lt;br /&gt;Pelaksanaan Kegiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam durasi tengah tahun hingga 26 Desember 2010, Departemen Keilmuan dan Kajian Budaya telah melakukan enam kegiatan yang tercantum dalam RKAT BEM FIBUI 2010 dengan rincian sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Dinding Budaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penanggung jawab kegiatan: Dian Masniari (Ilmu Perpustakaan 2009)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Deskripsi Kegiatan: Dinding Budaya diterbitkan sebulan sekali. Terbitannya memuat kliping-kliping berita terkini, baik dari majalah maupun koran yang berkaitan dengan keilmuan dan kajian budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pra-kegiatan: Dalam kurun waktu sepekan sebelum penempelan artikel maupun gambar foto dalam dinding budaya, anggota KKB diminta untuk mengumpulkannya dari koran maupun majalah yang berkaitan dengan permasalahan keilmuan dan kajian budaya. Namun, pada kenyataannya hanya sedikit yang membawa artikel pada hari H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-H kegiatan: Dalam setiap kegiatan pemasangan, Dinding Budaya sering dihadapkan pada kurangnya anggota yang hadir. Alasannya bermacam-macam, tugas yang menumpuk, bermain untuk menghilangkan kepenatan kampus, rapat di tempat lain, atau harus pulang ke rumah di akhir pekan. Memang benar bahwa setiap pemasangan Dinding Budaya dapat berhasil hanya dengan segelintir orang, namun kami memahami bahwa situasi ini bukanlah situasi ideal untuk menjalankan kegiatan. Alhamdulillah, periode akhir tahun ini kami berhasil mempublikasi Dinding Budaya sebanyak tiga kali, yaitu Edisi Artikel Bebas, Edisi Merapi, dan Edisi Asep Sambodja. Salah satu hal yang menarik pembaca adalah saat tempelan berinteraksi dengan pembaca, seperti menempelkan TTS. Lucunya, hal ini diminati banyak orang karena terbukti dengan balok-balok yang terisi penuh, kecuali dua deret yang memang sangat sulit terjawab. Terkadang, saat PJ tidak bisa menangani, ada tenaga yang siap membantu dalam pemasangan Dinding Budaya ini, terutam Dhisty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascakegiatan: Dinding budaya didokumentasikan melalui foto sehingga dapat dinikmati di masa mendatang untuk diambil informasi maupun kebermanfaatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Diskusi Budaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penanggung Jawab: Rahadian Rundjan (Ilmu Sejarah 2009)&lt;br /&gt;Deskripsi Kegiatan: Diskusi budaya merupakan forum tukar pikiran tentang topik menarik. Dalam durasi tengah tahun akhir ini, ada dua tema, yaitu berkaitan dengan hari Pemuda yang diperingati pada 28 Oktober 2010 dan diskusi buku puisi Asep sambodja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prakegiatan: Seperti kegiatan pada umumnya, kegiatan diawali dengan persiapan fasilitas, maupun pembicara yang akan dihadirkan. Kepanitiaan ini tidak memerlukan banyak panitia, namun hasil yang dicapai cukup baik. Acara terselenggara atas kerja sama antara kami dengan beberapa himpunan mahasiswa program studi di FIBUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari H:&lt;br /&gt;- Diskusi Budaya bertema “Yang Muda, Yang Dipangkas” yang berkisah sejarah tentang pemuda gondrong di masa orde baru ini berkerja sama dengan Studi Klub Sejarah FIBUI dan dilaksanakan di Ruang 1102 pada Kamis, 28 Oktober 2010. Dikunjungi dan menjadi forum perbincangan menarik karena juga menghadirkan pembicara yang juga sekaligus penulis buku Dilarang Gondrong, Aria Wiratma Yudhistira. Kegiatan ini dikawal dengan baik oleh penanggung jawab, mulai dari awal hingga akhir.&lt;br /&gt;- Diskusi kumpulan puisi Berhala Obama dan Sepatu buat Bush karya Almarhum Asep Sambodja sukses dilaksanakan di ruang ruang 4101 FIBUI pada 24 November 2010 atas kerja sama dengan Ikatan Keluarga Sastra Indonesia FIBUI. Diskusi ini berawal dari permintaan Mas Asep pada akhir Oktober, berakhir dengan tanggapan sangat positif dari berbagai kalangan, mahasiswa, dosen, media, maupun kawan-kawan Mas Asep meskipun tak hadir bersua utuk bertatap mata. Kegiatan kali ini kurang mendapat perhatian yang cukup baik dari penanggung jawab karena adanya kesibukan di tempat lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascakegiatan: sebagai bentuk ideal dari sebuah bentuk diskusi, dokumentasi berupa tulisan sebagai rangkuman untuk bisa dinikmati di hari ini ataupun masa mendatang mutlak dibutuhkan. Hal ini terjawab dengan adanya buku yang berkaitan dengan keduanya, Dilarang Gondrong dan Berhala Obama dan Sepatu buat Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Kontingen FIB untuk OIM UI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penanggung jawab kegiatan: Zakiyah Nurunnisa (Sastra Korea 2009)&lt;br /&gt;Deskripsi Kegiatan: Kegiatan ini merupakan terusan dari OIM FIBUI. Para juara OIM FIBUI “diantarkan” ke OIM UI. BEM FIBUI sebagai penghantar bertugas mendampingi dengan rupa fasilitasi dan motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prakegiatan: Zaki bersama dengan tim melakukan persiapan berupa pembentukan panitia dan merancang program fasilitasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari H:&lt;br /&gt;Kegiatan ini memiliki rangkaian yang cukup panjang, dimulai dari pertengahan Agustus hingga pertengahan Oktober. Ada berbagai acara, seperti OIM Net, yaitu pertemuan yang diadakan oleh panitia OIM UI dengan panitia kontingen, kemudian ada parade. dalam pertemuan OIM Net, Zaki sebagai PJ cukup baik melaksanankan tugasnya, namun kurang baik dalam memanajemen tim. Mungkin, karena masih tergolong anak baru (2009). Parade tahun ini kurang diikuti dengan baik karena kekurangan SDM; banyak panitia, kontingen, dan mahasiswa lain yang mengikuti kuliah di waktu yang sama. Ini dapat menjadi rekomendasi untuk panitia OIM UI agar melaksanakan parade di sore hari.&lt;br /&gt;Sebelum bertanding di tingkat UI, panitia mengadakan pembekalan penulisan ilmiah yang diisi oleh Dr. Ali Akbar sebagai pembicara yang menjelaskan berbagai hal berkaitan penulisan ilmiah. Acara puncak berupa pertandingan seluruh kontingen berbagai fakultas di UI diikuti oleh para kontingen dari FIBUI dengan baik, namun ada kategori yang tidak memiliki perwakilan dari FIB, seperti PKM Kewirausahaan dan PKM Pengabdian Masyarakat. Sayang sekali dan mohon maaf, pada tahun ini kami tidak membawa pulang medali. Terkait dengan keuangan dari dekanat, kami menemui kesulitan, yakni kita tidak mendapatkan dana kemahasiswaan dari pihak dekanat sehingga cukup menghambat perjalanannya, termasuk dalam bentuk apresiasi terhadap para kontingen.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pascakegiatan: Kegiatan kontingen untuk OIM UI merupakan kegiatan tingkat UI yang membawa nama fakultas kiat tercinta ini, FIBUI. Namun, kurang adanya apresiasi yang cukup baik dari berbagai kalangan membuat para kontingen kurang merasa diperhatikan, meskipun panitia sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.    Pekan Seni Rupa (Pasir)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penanggung Jawab kegiatan: Ryana Andari (Sastra Inggris 2009)&lt;br /&gt;Deskripsi kerja: PASIR FIBUI tahun 2010 merupakan edisi kedua sebagai penerus acara tunasnya di tahun 2009. Mengangkat rupa sebagai fokus menjadikan kami fokus kami terhadap semua rupa-rupa, rupa 2 dimensi, rupa 3 dimensi, maupun jalan menuju rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pra kegiatan: Sebenarnya, PASIR 2010 seharusnya diadakan pada akhir Maret 2010. Namun, karena berbagai hal, acara ini diundur pelaksanaannya menjadi perttengahan Desember. Dana dari dekanat yang tidak bisa cair akibat dari keterlambatan pelaksanaannya menjadi salah satu hambatan yang cukup berarti sebagai sebuah persiapan perhelatan akbar. Keterlambatan perwujudan acara ini menjadi sorotan tersendiri dari beberapa pihak, namun pada akhirnya panitia membuktikan kompensasi dari semua itu: membuat acara ini lebih terasa dan bermakna. Ryana sebagai Ketua Pelaksana cukup baik memanajemen tim dan emosi diri sendiri, maupun rekan dalam timnya sehingga terasa tali lekatan yang cukup baik di antara mereka hingga akhir acara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari H: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Melukis berantai adalah sebuah upaya untuk memunculkan kembali semangat berkreasi, semangat menggambar, yang hampir pasti pernah memenuhi hari-hari semua orang. Kain putih putih ini dibentangkan, diisi oleh berbagai macam gambar dari berbagai macam orang dengan maksud dan cara yang tentu tidak sama.  Ada beda dari goresan gambar yang tidak bisa diungkapkan lewat kata bahasa. All for draw, draw for all.”&lt;/span&gt; (Ghamal Satya Mohammad, Kadep Kajian Budaya BEM FIBUI 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sekelumit kata yang digunakan untuk menghantarkan segmen Melukis Berantai program Pekan Seni Rupa (PASIR) pada 15 Desember 2010. Kegiatan ini bertujuan untuk mengapresiasikan seni rupa dalam kehidupan kampus. Rangkain kegiatan PASIR dipresentasi selama tiga hari, 15—17 Desember 2010. Berkawasan di titik-titik areal lingkungan FIBUI menjadikan FIB sungguh cantik dan menarik di ketiga hari tersebut. Tiga hari di FIB seperti berada di galeri, galeri dalam alam kampus. Pameran seni rupa di selasar gedung IV, selasar gedung VIII, stand komunitas seni dari IKJ, UNJ, MKI (Masyarakat Komik Indonesia), dll di areal parkir gedung IX, serta galeri milik Wedha bertengger cantik melirik pada teater daun selama tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melukis Berantai dan penampilan 10 band menyapa sebagai pengantar menjelang hari kedua. Talkshow Cur”art”orial dengan menghadirkan Tommy Awuy, WS Nurjoko, Indra Ameng, dan Andi Rharharha menjadi sajian utama hari kedua PASIR. Pengunjung pun semakin berdatangan dan menyiratkan ketertarikan. Hari ketiga menyuguhkan puncak rupa dalam bentuk pemutaran film Pollock dan dilanjutkan dengan Workshop “How to be An illustrator” dengan menghadirkan Wedha Abdul Rasyid dan Gusur, sedangkan Hilman dan Boim yang seharusnya mengetengahkan diri berhalangan hadir. Sebagai penutupan, band Filosofi 4 Negara, Zeke Khaseli, dan White Shoes and The Couples Company semakin memeriahkan acara ini. Ditutup dengan kegembiraan menjadikan semangat tak berkarat kami makin melekat tanpa sekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca kegiatan: Perhelatan akbar PASIR 2010 menjadi salah satu kenangan tersendiri bagi para warga FIB. Ini terbukti dengan obrolan saya dengan beberapa warga FIB terkait PASIR. Namun di balik itu, ada satu hal yang belum terselesaikan hingga LPJ ini dibuat, yaitu hal ihwal pendanaan yang belum tertuntaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Sekolah Mahasiswa Berprestasi (SMP)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penanggung jawab: Nuni Ratqan Amani (Sastra Arab 2008)&lt;br /&gt;Deskripsi kerja: Sekolah mapres tercetus sebagai program fasilitasi mahasiswa FIBUI yang mempersiapkan dirinya untuk mengikuti acara Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Utama di tingkat fakultas yang akan berlanjut pada tingkat universitas, maupun nasional. Sebagai sebuah rangkaian, SMP bagaikan lokomotif dengan gerbong-gerbong di belakangnya bisa terbilang cukup sempurna. Dihadirkan di sini kegiatan berupa Training Motivasi, Training CV, Training Penulisan Makalah, serta presentasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pra kegiatan: Acara perdana BEM FIBUI ini menjadikan Nuni sebagai ketua pelaksananya tak segan-segan bertanya kepada pihak-pihak yang berpengalaman di fakultas lain, seperti Panggah yang merupakan ketua pelaksana kegiatan serupa di FEUI. Di samping itu, dia juga pandai dalam memanajemen panitia. Sebagai sebuah awalan, dia menunjukkan performa yang memukau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari H: Kegiatan SMP dilaksanakan sebagai sebuah rangkaian selama empat hari tidak berturuyat-turut, yakni pada 8 dan 9 Oktober serta 22 dan 23 Oktober. Training Motivasi, Training CV, Training Penulisan Makalah, serta presentasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris menjadi rupa-rupa sajian dalam rangkaian kegiatan ini. Antusiasme 35 orang yang mendaftar dengan cara mengirim esai menunjukkan sebuah ketertarikan warga FIBUI terhadap kegiatan ini. Benar memang, tidak semua orang mampu bertahan dalam setiap keadaan samapai di penghujung waktu penentuan. Begitu pula dengan peserta dalam program ini. Di akhir-akhir,hanya tersisa belasan orang. Akan lebih baik jika peserta menandatangani surat perjanjian bermeterai sehingga dapat dijadikan dasar ikatan hubungan guna kebaikan berbagai pihak. Dari segi pembicara, panitia telah menghadirkan orang-orang cakap pada bidangnya, seperti dosen bahasa Inggris dalam pelatihan bahasa Inggris, Ibnu Wahyudi sebagai penilai dalam presentasi makalah, Ilman Akbar dalam penyampaian materi training CV, serta dihadirkan beberapa mapres FIB, seperti Angga Prasetyawan, Katharina Mellyna, dan Alfi Syahriyani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascakegiatan: Terkait pembuatan LPJ, SMP dapat dikatakan cukup cepat dalam pemrosesannya, Tidak ada kendala berarti pascakegiatan, termasuk pencairan dana dari dekanat. Meskipun defisit, ini tidak menjadi hal sulit bagi panitia. Memang, pengorbanan lebih terasa jika ada yang dikorbankan, materi, tenaga, perasaan, dan yang tak terkatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Jurnal kohesi vol.2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Redaksi: Michael Agustinus&lt;br /&gt;Penanggung Jawab Bedah Jurnal: Melia Rahmawati&lt;br /&gt;Deskripsi kegiatan: Jurnal Kohesi vol 2 “Membangun Peradaban indonesia” merupakan terusan dari terbitan ilmiah Jurnal Kohesi vol 1 tahun 2009. Di dalamnya terupa buah piker mahasiswa strata satu di kalangan universitas Indonesia, maupun luar UI. Kegiatan ini terbagi menjadi dua agenda, yaitu pembuatan Jurnal Kohesi dan Bedah Jurnal yang juda sebagai media peluncurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prakegiatan:&lt;br /&gt;Semula, penanggung jawab agenda bedah jurnal adalah Ainan Indallah, sedangkan selaku pemimpin redaksinya adalah Rr Ratri Arudhisty Damar Intan. Namun, karena berbagai hal, keduanya mengundurkan diri dengan alasan yang akhirnya harus kami terima. Akhirnya, ada pihak yang akhirnya bersedia membantu menuntaskannya. Terima kasih kepada Miki yang bersedia menjadi pemimpin redaksi dan Melia alias Kunthi yang bersedia menggantikan Acha sebagai penanggung jawab bedah jurnal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari H:&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaannya, redaksi cukup mudah melakukan penjaringan tulisan. Penjaringan tulisan lebih difokuskan pada permintaan personal dari redaksi kepada calon contributor. Akhirnya, didapatkan sekitar sepuluh lebih contributor. Melalui tahap seleksi, terjaring tujuh tulsian yang keenamnya merupakan buah pikir dari mahasiswa FIBUI, yaitu Alfi Syahriyani, Agung Dwi Ertato, Eries Septiani, Amri Mahbub Al Fathon, Michael Agustinus, dan Nila Rahma. Kontributor satu lagi dari seorang mahasiswa baru FMIPAUI 2010, yaitu Akbar Priyono. Dewan redaksi yang terdiri dari redaktur pelaksana, redaktur artistik, redaktur penerbitan, dan editor yang dipimpin oleh Miki sebagai pemimpin redaksi berjalan dengan cukup baik dan tidak menemui kendala yang cukup berarti. Keseluruhan aspek berjalan dengan baik. Saat bedah jurnal, telah tercetak sepuluh sampel jurnal Kohesi volume 2 sebagai representasi dari jurnal yang akan dicetak secara missal dalam waktu dekat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah pasangan kegiatan, Bedah Jurnal mewujud sebagai penyempurna rangkaian peluncuran jurnal Kohesi volume 2 “Membangun Peradaban Indonesia”. Menghadirkan dua penelur pikir yang termuat dalam Kohesi kali ini, Agung Dwi Ertato dan Alfi syahriyani hadir mencurah berbagi kepada para peserta yang hadir. Dilengkapi dengan kehadiran Dr. Ali Akbar yang bertitel sebagai peneliti muda terbaik versi UI tahun 2010 sebagai pembedah jurnal, terutama atas kedua penulis tersebut menjadikan suasana forum semakin menarik. Sedangkan Jurnal Kohesi volume 2 diluncurkan oleh penasihat redaksi, Dr. untung Yuwono di awal acara, sebnelum pembedahan. Terkait dengan jumlah pengunjung, mereka banyak datang saat menyaksikan huburan tari Betawi oleh empat bocah manis. Suguhan cantik dan menarik membuat pengunjung terkesima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascakegiatan: Usai berlangsungnya acara ini, masih menyisakan tanggungan berupa pencetakan jurnal kohesi vol 2 secara massal. Nantinya, kami akan mendistribusikan ke berbagai pihak yang pantas dan butuh menerima potret buah pikir para pemuda bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Evaluasi dan Penilaian SDM Departemen Keilmuan dan Kajian Budaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Andi J Satya Wicaksana&lt;br /&gt;Sebagai deputi, Juned berperan cukup bagus di awal kepengurusan, namun tidak saat di akhir. Hal ini disebabkan adanya ketidakseimbangan antara pembagian perannya sendiri sebagai keluarga KKB dengan perannya di tempat lain, yakni sebagai ketua Pelaksana PSAF dan Mabim FIBUI tahun ini. Semasa pascakegiatan PSAF  pun tidak terlihat perubahan peran yang cukup berarti dari yang bersangkutan. Anyway, tetep semangat ya, Jun! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ainan Indallah&lt;br /&gt;Mulanya, berperan sebagai penanggung jawab bedah jurnal Kohesi. Namun, karena seiring kesibukan di tempat lain, yakni sebagai BPH di Hwarang (HMJ Korea) menjadikannya kurang berbagi waktu maupun perhatian kepada departemen ini, termasuk pengunduran dirinya dari pemegang amanah PJ Bedah Jurnal Kohesi. Kepedulian Acha masih dapat sedikit dilihat dengan kehadirannya dalam acara tersebut, tetntunya dengan bantuan yang ia berikan, seperti sebagai notulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Zakiyah Nurunnisa&lt;br /&gt;Gadis cilik ini memiliki perhatian yang cukup besar terhadap berbagai kesibukan keluarga KKb lainnya. Dapat dikatakan, dia hampir ada di seluruh kepanitiaan KKB. Zaky memiliki komitmen yang cukup tinggi meskipun memiliki berbagai kesibukan di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ryana Andari&lt;br /&gt;Awal mula, Nanda (panggilan akrabnya) kurang terlihat hadir dalam pertemuan-pertemuan keluarga KKb. Namun, ia mulai memperlihatkan permainan cantiknya saat menginduki panitia PASIR 2010. Akhir tahun ini menunjukkan Nanda sebagai pribadi yang cukup berkomitmen atas amanahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dyah Intan Perdana Sari&lt;br /&gt;Menjabat juga sebagai bendahara, serta turut membantu berbagai kegiatan keluarga KKB, dari awal hingga menjelang akhir ini, Intan cukup baik melaksanakan amanahnya. Meski terkadang harus berbagi perhatian dengan urusan kuliah ataupun jurusan, ia mampu menunjukkan bahwa ia memiliki kepedulian dan ketanggapan yang cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Wardatul Hikmah&lt;br /&gt;Bermula sebagai penanggung jawab sebuah forum riset sebagai salah satu kegiatan KKB hingga akhirnya ia menjadi ketua HMJ Jepang menunjukkan bahwa Winda memiliki potensi yang cukup bagus. Namun, amanah utamanya sebagai penanggung jawab forum tersebut tidak tertuntaskan dengan baik karena berbagai hal, seperti ketiadaan perhatian “lagi” karena harus berbagi dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Nuni Ratqan Amani&lt;br /&gt;Nuni memiliki potensi, kecakapan, dan kecekatan yang kuat dalam melakukan setiap tindakan. Dari semula hingga menjelang akhir, ia memiliki performa yang tidak mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Rahadian Rundjan&lt;br /&gt;Lelaki penuh potensi dengan keilmuan yang tinggi ini memiliki banyak ide untuk diskusi. Pantas, dia dijadikan sebagai penanggung jawab diskusi. Sebagai pemain, raha memiliki potensi yang dapat diandalkan. Namun, sayangnya, dalam kurun dua bulan terakhir ini Raha memiliki kesibukan di tempat lain sehingga fokusnya terbagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Vilianty Rizki Utami&lt;br /&gt;Dari awal hingga akhir, Vili memiliki performa yang cukup stabil. Hampir ada dia dalam setiap kegiatan KKB. Kecakapannya dalam melakukan setiap tindakan meski terpisah ruang membuat panitia di sekitar mengakui profesionalitasnya sebagai pemegang amanah yang terpercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Melia Rahmawati&lt;br /&gt;Selain aktif di BEM FIBUI, ia juga aktif juga dalam kegiatan jurusan. Dalam KKB, ia berperan aktif dalam dua kegiatan besar, yaitu OIM FIBUI dan Jurnal Kohesi. Perannya sebagai penanggung jawab Pekan Budaya Indonesia (PADI) teralihkan hingga ia memutuskan untuk memasukkan esensi dari program tersebut dalam rupa Tari Betawi pada Bedah Jurnal Kohesi vol 2. Secara keseluruhan, Kunthi memiliki komitmen yang cukup baik selama setahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Rr. Ratri Arudhisty Damar Intan&lt;br /&gt;Dhisty memiliki potensi dan kecakapan yang tinggi dalam setiap kegiatan KKB. Namun, di akhir tahun ini, perhatiannya cukup tersita pada kesibukannya yang lain, yakni menjadi Ketua UKM Pramuka UI sehingga berefek pada pengunduran dirinya dari amanah sebagai pemimpin redaksi Jurnal Kohesi volume 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Dian Masniari&lt;br /&gt;Sebagai anggota keluarga KKB, Dian cukup aktif membantu berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh departemen KKB sendiri ataupun yang lain. Komitmennya cukup baik dari awal hingga akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Mardahan Ksatrya&lt;br /&gt;Dhana memiliki perhatian dan tenaga yang cukup diandalkan dalam berbagai kegiatahn KKB. Awalan waktu kepengurusan BEM FIBUi, secara total, dai selalu ada untuk KKB. Namun, saat ia menjadi Ketua Pelaksana Baksos, ia menjadi cukup “labil”, namun ia kembali berperan aktif dalam kegiatan di akhir kepengurusan. Secara keseluruhan, Dhana memiliki potensi yang dapat dikembangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Awalina Zulfah&lt;br /&gt;Zulfah memiliki komitmen dan potensi yang cukup bagus, namun memang perlu pendampingan. Sejak awal hingga akhir, perannya cukup dirasakan dalam berbagai kegiatan keluarga KKB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saran dan Rekomendasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;BEM FIB UI secara keseluruhan harus lebih kompak. Demikian juga halnya dalam setiap kegiatan internal. Ingatlah bahwa kita bukan BEM yang terfragmen-fragmen, melainkan BEM yang satu, tanpa jeda. Tak perlu terlalu banyak program karena hanya akan membuat terpencar, menurunkan kepedulian terhadap sekitar, dan memuncakkaan keegoan. Lebih baik sedikit, tapi bermakna bagi semua karena kita keluarga yang seharusnya memang harus selalu bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Besar harapan kami agar wadah keilmuan dan kajian budaya dalam BEM FIB UI dapat terus ada dan ditingkatkan kinerjanya. Departemen keilmuan dan Kajian Budaya 2010 telah menutup tahun dengan rangkaian kegiatan yang cair dalam rupa cantik dan menggelitik. Kami dapat bangga untuk mengatakan bahwa kepengurusan departemen ini haruslah lebih baik dari kami yang sudah baik. Sekadar saran: akan lebih baik jika ke depannya dibuat dua bidang yang berbeda, yaitu Departemen Keilmuan &amp; Departemen Seni dan Kajian Budaya, sedangkan Departemen Seni dan Olahraga yang ada saat ini menjadi Departemen Olahraga. Demikianlah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-7552944755759703558?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/7552944755759703558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2011/01/laporan-pertanggungjawaban-akhir-tahun.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7552944755759703558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7552944755759703558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2011/01/laporan-pertanggungjawaban-akhir-tahun.html' title='Laporan Pertanggungjawaban Akhir Tahun 2010 DEPARTEMEN KEILMUAN DAN KAJIAN BUDAYA BEM FIBUI'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-2101443133135455280</id><published>2010-09-18T00:39:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T00:46:09.031-07:00</updated><title type='text'>Merencanakan Pendidikan Anak</title><content type='html'>Seorang anak sebaiknya diarahkan sesuai minat dan bakatnya sejak kecil. Jika menunggu gede alias seusia anak SMA itu kelamaan. Buang-buang waktu. Semuanya harus sejak dini supaya lebih fokus dan terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jenjang Playgroup dan TK,  kita yang belum atau tidak punya TK sendiri di rumah, harus pintar memilihkan tempat belajar untuk mereka sejak dini. Yang jelas, sudah sepatutnya kita memberikan pengetahuan tentang Islam sejak dini pada mereka :D Pilih TK yang islami :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai TK, anak-anak bisa dimasukkan ke SD atau MI atau SDIT. Saat mendaftar di SD atau sederajatnya, murid mendapatkan Nomor Induk Siswa Nasional. Nomor induk inilah yang akan dipergunakan hingga mereka belajar di tingkat SMA. Kalo zaman kita dulu masih pake Nomor Induk Sekolah sehingga setiap jenjang pendidikan nomornya berubah-ubah. Kali ini, sudah tidak lagi seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih inget saat kita SD dulu, teman-teman? Kita mengenyam SD selama enam tahun. Sungguh, itu waktu yang terlalu lama untuk menjawab soal-soal ujian. Ada alternatif yang bisa kita tawarkan ke anak-anak kita nanti. Seperti ini: Kelas 1, 2, dan 3, biarkan mereka bersekolah. Saat menginjak kelas empat, kita cabut anak kita dari sekolah dan laksanakan Homeschooling :D Kenapa Homeschooling? Saya pikir homeschooling dapat menjawab keinginan para orangtua yang menginginkan anaknya untuk lebih fokus pada satu hal. Misalnya mendalami Ilmu Komputer atau Menulis atau Wirausaha atau Menghafal Qur’an atau yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya, untuk Homeschooling, lebih baik Tidak Membawa Kurikulum Sekolahan ke Rumah, tapi benar-benar Membentuk Anak Sesuai Minat dan Bakatnya. Selama kurang lebih dua tahun, biarkanlah anak-anak fokus pada satu bidang saja. Jika seorang anak sangat menyukai Ilmu Komputer, orangtua bisa mendatangkan guru komputer ke rumah untuk mengajarinya. Jika seorang anak sangat menyukai Menulis sejak kecil, juga bisa difasilitasi dengan cara serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menyenangkan jika minat dan bakat anak-anak sesuai dengan kompetensi orangtuanya sehingga belajar menjadi hal yang sangat menyenangkan. Seperti yang dilakukan oleh Dina. Ia diharuskan membuat resensi setiap buku yang telah dibaca, lalu diserahkan ke abahnya sendiri, Adian Husaini, untuk dikomentari dan dinilai. Saat ini, Dina telah merampungkan novelnya yang terdiri dari 150 halaman dan sedang dalam proses penerbitan. Bukankah lebih baik ahli dalam satu bidang tertentu daripada mempelajari berbagai bidang, tapi tidak ahli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang berpikir bahwa anak-anak Homeschooling itu kurang gaul alias kuper. Ah, tidak juga. Mereka tetap bersosialisasi dengan teman-teman di lingkungan rumah. Jika mereka mengikuti kegiatan di luar, seperti Tae Kwon Do, itu lebih bagus. Hal seperti ini tidak menghalangi seorang anak dalam bergaul kok :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya, jangan khawatir mengenai Ujian Nasionalnya. Saat seumuran dengan anak-anak yang menginjak ke kelas enam, anak bisa diikutkan ke Bimbel selama setahun. Pelajaran SD itu nggak susah-susah amat kok. Bisa dikebut setahun dengan bimbel. Jangan lupa untuk mendaftarkan anak pada Ujian Kesetaraan. Dengan demikian, anak-anak tetap bisa mengaktualisasikan diri sejak dini sekaligus tidak tertinggal ujian kelulusan yang diselenggarakan pemerintah. Tak perlu dikhawatirkan jika hasil nilai ujian mereka ternyata kurang bagus. ‘Kan kita Butuh Mencetak Ahli, bukan Mencetak Nilai-Nilai Bagus. Banyak yang bernilai bagus, tapi tak ahli. Tapi seorang ahli selalu dibutuhkan ummat, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusainya lulus SD, orangtua dihadapkan pada pilihan lagi. Apakah akan menitipkannya pada sekolah konvensional ataukah pesantren? Atau pada alternatif lain. Biasanya, seorang anak yang sudah mengenal bakatnya sejak dini, akan diteruskan hingga ia dewasa. Yang jelas, jangan sampai lupa pada tujuan pendidikan dalam Islam, yaitu untuk mengenal Allah. Di manapun kita menginjakkan kaki untuk menimba ilmu, tak henti untuk belajar agama. Begitu juga dengan anak-anak kita nanti. Wahai, para calon orangtua, mari siapkan diri untuk jadi orangtua pintar secara pikiran dan hati untuk menyongsong masa emas esok hari :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-2101443133135455280?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/2101443133135455280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/09/merencanakan-pendidikan-anak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2101443133135455280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2101443133135455280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/09/merencanakan-pendidikan-anak.html' title='Merencanakan Pendidikan Anak'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-1943441490337831289</id><published>2010-08-12T10:09:00.000-07:00</published><updated>2010-08-12T10:38:00.983-07:00</updated><title type='text'>The Tours of My Holiday Part1: Jogja</title><content type='html'>My campuss, University of Indonesia, has very long holiday for three months, June till August. There are many activities that should be done. Go to campus for BEM activities and talks with my friends. Sometimes, we wanna meet each aother and sharing about many things. That's a kind of women's custom :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On early July 2010, I and my friends went to Jogja. They are Eka, Omen, Oot, Dhana, Dwi, and Afif. We left Tanah Abang Station to Jogja by Brantas train with Economy Class. The ticket price is 38000 per person. There is no seat number! So, we have to look for the seats as soon as possible. Thanks, Omen :D You're truly A Man of Train This Year, haha :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some of us shocked with the condition of the train because it was narrow and sultry. Although like that, we enjoyed our trip by crushing, laughing, and sleeping. It took about 12 hours. We arrived at Lempuyangan Station about 6 am.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There, we lived at Harum Hotel at Sosrowijatyan Street, a part of Malioboro. The price is 100.000 per a day for two people. It is the holiday price. For the daily, it's just 80.000. The location is very strategic. If we wanna go to Malioboro, it just takes 5 minutes. Beside that, the shelter of Trans Jogja is not far too. So, Harum Hotel is recommended :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For two days there, we visited some tourism places, like Masjid Agung Jogja, Keraton Jogja, Malioboro, Borobudur, and some of museums in Borobudur area. We visited The Faculty of Humanity, Gadjah Mada University too.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many experiences there. It's very amused when Oot was forced by the statue seller to buy his stupa in Borobudur. Because Oot is a kind man and has great sympathy with him, finally he bought it. But, the problem is when Oot said, "I don't know what for this!." Haha :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The other story is when we walked along the Malioboro street. I've found cute broochs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"How does the price of this one?" asked me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"fifteen"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waaaw. It's too expensive. I think its just 3 thousand. How?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emmmm. Emmmm. No, no, no. 10.000 for 3 pieces."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Okay. I 'll buy 3 pieces."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guys, if you wanna buy some on Malioboro, you have to bargain. You have to do that if you wanna get cheap price. All of the things there :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks a lot for Eka, Dhana, Oot, Dwi, Omen, and Afif. It was nice trip with you :D Next time, I hope we will go to somewhere together again. Afif, get better soon ya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okay, guys, tomorrow, insyaallah, I will share to you about Banjarmasin. I'm in Banjar now. See you :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-1943441490337831289?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/1943441490337831289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/08/tours-of-my-holiday-part1-jogja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/1943441490337831289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/1943441490337831289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/08/tours-of-my-holiday-part1-jogja.html' title='The Tours of My Holiday Part1: Jogja'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-2981161388106599123</id><published>2010-07-08T23:25:00.000-07:00</published><updated>2010-07-08T23:36:12.368-07:00</updated><title type='text'>Cermin Tengah Tahun Keluarga Keilmuan dan Kajian Budaya</title><content type='html'>Laporan Pertanggungjawaban adalah istilah yang menakutkan bagi saya sejak dulu, sejak duduk di bangku SMA. Saat saya harus mempertanggungjawabkan kelakuan saya dalam sebuah organisasi. Saat mempertanggungjwabkan janji-janji manis di awal dengan berjuta impian. Saat perasaan dan hati ini selalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;deg-degan&lt;/span&gt; dalam mengucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya akui perjalanan karir organisasi bernama OSIS SMA Negeri 1 Padangan tak sebaik cerita kawan-kawan OSIS di Jakarta, Bandung, ataupun Depok. Dulu, kami adalah kerumunan manusia SMA yang ingin berbuat sesuatu untuk SMA kami. Tapi, nyatanya tak juga sesuai dengan jutaan impi di awalan. Meski begitu, saat saya berkunjung ke SMA beberapa waktu lalu. Pak Slamet, penjual bakso di kantin SMA bilang,”Nil, OSIS sekarang kok kurang rame ya. Lebih rame waktu kamu dulu.” Ah, Pak Slamet ada-ada saja. Saat itu saya tak berbuat apa-apa. Tak ada yang sia-sia. Itulah pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun pertama, kedua, dan ketiga saya lalui di UI. Banyak hal menjadi pelajaran, termasuk yang satu ini: BEM FIB UI. Dengan penuh kekhawatiran dan kegemasan, akhirnya saya terima juga tawaran Ijonk pada saya untuk menjadi Kepala Departemen Kelmuan dan Kajian Budaya. Sebuah depertemen baru. Sebuah amanah dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;double job&lt;/span&gt;, yang dulunya adalah Departemen Keilmuan dan Departemen Kajian Budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim.&lt;br /&gt;Laa haula walaa quwwata illa billah.&lt;br /&gt;Menjadi pemimpin bukan berarti tanpa cacat, tapi memang tak termaafkan jika memberi contoh cacat dengan sengaja. Bergabung di berbagai organisasi di waktu-waktu lalu adalah pembelajaran yang tak pernah terlupakan dan di setiap langkahnya ada pelajaran. Di sini, saya harus menjadi lebih baik dari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam bulan telah berlalu. Dan semua itu harus dipertanggungjawabkan. Bukan hanya kepada Ketua BEM. Bukan hanya untuk Dewan Perwakilan Mahasiswa. Bukan hanya untuk anak-anak saya dalam Departemen Keilmuan dan Kajian Budaya. Bukan hanya untuk masyarakat FIB UI. Melainkan juga untuk yang mencipta raga dan jiwa seluruh insan di dunia, pada Allah ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 8 Juli 2010.&lt;br /&gt;Baru saja kaki tiba dari Jogja jam setengah 10. Jam 11-nya sudah duduk di 4101 untuk Sidang LPJ Tengah Tahun di hadapan masyarakat FIB UI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman, banyak pelajaran yang tertempel di hadapan muka kita. Pilihannya, ada dua: ambil atau tidak. Di sinilah, marilah kita ambil itu. Pada gilirannya, saya membacakan LPJ yang telah saya buat beberapa waktu lalu. Semuanya diungkapkan. Jika mau baca selengkapnya, bisa baca di LPJ, ada di BEM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, semuanya menanggapi dengan baik. DPM menanggapi dengan baik dan memberikan apresiasi yang baik untuk kita. Alhamdulillah, ketua BEM pun memberikan apresiasi yang baik bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman, menjadikan keluarga ini sebagai wadah tempaan yang menghasilkan kebermanfaatan adalah salah satu dari sekian cita-cita saya tahun ini. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Namun, itu baru dari mereka. Belum dari Dia, Sang Penguasa. Wallahu a’lam. Semoga langkah-langkah kita adalah jalan mendekat pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, saudara-saudaraku. Aku sayang kalian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-2981161388106599123?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/2981161388106599123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/07/cermin-tengah-tahun-keluarga-keilmuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2981161388106599123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2981161388106599123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/07/cermin-tengah-tahun-keluarga-keilmuan.html' title='Cermin Tengah Tahun Keluarga Keilmuan dan Kajian Budaya'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-7449607308568418388</id><published>2010-06-12T21:52:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T21:55:48.397-07:00</updated><title type='text'>GAK APA-APA IP TURUN :)</title><content type='html'>oleh Nila Rahma, Atlet Terjun Payung (hehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai, teman-teman :)&lt;br /&gt;Apa kabarnya nih setelah melihat nilai-nilai di SIAK bermunculan?&lt;br /&gt;Merasa lebih baik karena sesuai dengan harapan?&lt;br /&gt;Atau merasa lebih tidak baik karena tidak sesuai dengan harapan?&lt;br /&gt;Atau bahkan biasa-biasa aja?&lt;br /&gt;Emmm, ada yang gak lulus mata kuliah semester ini? Santai aja, masih ada temennya, haha.&lt;br /&gt;Saya yakin jawaban tiap Anda berbeda-beda.&lt;br /&gt;Jika nilai Anda naik, saya mengucapkan SELAMAT :)&lt;br /&gt;Jika nilai Anda tidak naik, bisa baca tulisan berikut dan semoga bisa jadi bahan bacaan di tengah liburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masih ada nilai yang belum keluar, berdoalah yang terbaik. Bukankah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu? Mungkin aja yang seharusnya nilainya A- bisa jadi A karena keypad (-)nya ngga bisa dipencet waktu mau masukin nilai. Sedangkan batas waktu pemasukan nilai ke SIAK sudah di garis sakaratulmaut. Loh, apa yang gak mungkin coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, badai pasi berlalu. Tapi, bagaimana cara melalukan kesedihan ini? Huaaaaa (nangis ke laut aja). Baiklah, teman-teman. Saya akan mencoba menghibur diri saya sendiri dan menghibur kalian (jika mampu), hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjun payung menjadi kata yang cukup representatif untuk menggambarkan keadaan IP ataupun IPK yang turun drastis. Masalah? Iya, masalah. Tapi bukan KIAMAT. Mari kita analisis bersama: Sebenarnya, apakah yuang terjadi dan bagaimana menyikapinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kenapa IP turun?&lt;br /&gt;Biasanya, IP turun bisa disebabkan oleh kekurangpahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan.&lt;br /&gt;2. Kenapa bisa kurang paham?&lt;br /&gt;Karena kurang belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kenapa kurang belajar?&lt;br /&gt;Ada yang bilang karena sibuk di organisasi. Rapat melulu jadi nggak bisa bagi waktu, Waktunya habis dipake rapat. Haha, yang ini kayaknya nggak bener lho. Karena apa, karena ternyata IP Ketua BEM FIB kita NAIK. Mari kita beri tepuk tangan. Plok plok plok.&lt;br /&gt;Kurang belajar bisa disebabkan oleh kekurangpintaran mengatur waktu. Seperti saya ini yang tidak pintar, haha. Manajemen waktu MUTLAK harus dikuasai oleh mahasiswa kura-kura (kuliah rapat, kuliah rapat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kan capek habis dari kampus, abisnya udah malem. Jadi, nyampe rumah langsung tidur. Nah, kalo kayak gini, siapa yang salah?&lt;br /&gt;Yang salah ya diri sendiri. Ini namanya MALES. Seperti saya, haha. Kan ada omongan terkenal tuh: Siapa mau dapet lebih ya kudu kerja lebih. Bukan begitu, Sodara-sodara? Soal waktu tidur: kalo mau, tidur 3 jam aja sehari. Kalo yang namanya aktivis mah tidur segitu juga udah cukup. Kalo mabit kan diajarin tidur cuma 2-3 jam. Mari kita aplikasikan. Hayoo, siapa gak setuju?_kayaknya banyak nih, hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kesimpulan dari obrolan di atas adalah: Siapa yang salah? Diri sendiri. Hayoo, ngaku! Kalo nggak ngaku, digebukin polisi (halah, apa hubungannya coba? Tertawa yuuk, haha). Nah, pertanyaan selanjutnya adalah: Jika sudah begini (nilai terjun payung), terus SAYA HARUS BAGAIMANA?&lt;br /&gt;Gampang. Tenang aja Lhoh, kok tenang? Iya dong. Kalo nggak tenang, nggak bisa menyikapi masalah dengan bijak. Kalo kayak gini bisa nangis seharian di kamar sampe matanya nggak beraer karna udah abis mata airmatanya (halah, lebay!)&lt;br /&gt;Setelah membaca buku Membangun Peradaban dengan Ilmu, saya memperoleh banyak hal untuk melihat sebuah masalah. Misalnya masalah IP ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan halaman 6 buku tersebut,&lt;br /&gt;”Dalam permainan sepakbola, apabila seorang penyerang mau menendang bola ke gawang, semua pemain belakang lawan akan menutupi gawang itu. Peluang menciptakan gol menjadi sempit. Sang penyerang yang cerdik tentu akan memberikan bola ke belakang, supaya pertahanan musuh mengembang terbuka. Dalam sepakbola sekalipun, kemajuan, kemenangan, bukan senantiasa menyerang dengan mengarahkan bola ke depan tetapi juga mundur untuk mengatur strategi baru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apa hubungannya dengan pembahasan kita?&lt;br /&gt;Saya ingin menggarisbawahi perkataan Prof. Wan. Yang ini: tetapi juga mundur untuk mengatur strategi baru.&lt;br /&gt;Apa maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo saya nih mencernanya begini:&lt;br /&gt;GAK APA-APA IP TURUN. Toh ada alasan yang dapat diterima. Misalnya meskipun IP turun, jumlah pengetahun Anda tentang sesuatu yang sangat Anda minati makin banyak karena jam-jam kuliah dihabiskan dengan membaca buku-buku terkait dengan itu. Bisa juga bolos di jam-jam kuliah untuk hadir dalam acra yang kita ykini lebih memberikan manfaat pada diri kita (syuku2 bagi ummat juga). Asal IPK nya masih di atas 3 ya nggak jadi masalah, ya minimal lebih dari sama dengan 2,75 lah. Bukankah ini strategi untuk masa depan? Karena bagaimanapun, Anda akan menggeluti bidag yang sangat Anda minati daripada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAK APA-APA IP TURUN. Toh ada Substitusi: ada hal pengganti. Misalnya IP turun, tapi Anda menjadi Juara SUATU PERLOMBAAN, misalnya Balap Mobil, Balap Motor, Balap Kuis, Balap Sepeda, Lomba Lari, ataupun Lomba Makan Kerupuk (halah, yang ini nggak masuk). Jadi, ada PENGGANTI yang bisa membahagiakan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAK APA-APA IP TURUN. Kan IP sekarang. Insyaallah, jika masih diberi umur, kita bisa PERBAIKI di SEMESTER BERIKUTNYA. Dengan cara apa? Rajin belajar, Rajin berdoa, Rajin bagi waktu, rajin bagi-bagi makanan. Loh kok bisa? Ya iyalah bisa. Kan kalo orang baik, termasuk yang suka memberi, biasanya, dimudahkan jalan kebaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, GAK APA-APA IP TURUN ASAL NGGAK DIULANGI LAGI SEMESTER DEPAN. Oke, teman-teman. SEMANGAT!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“To move forward you must look backword, but not to stay backword”&lt;br /&gt;‘Jangan kembali ke belakang untuk terperangkap kepada infrastruktur zaman lampau. Akan tetapi, pandang ke belakang untuk mencari I’tibar”&lt;br /&gt;Gampangannya begini: kalo mau maju, liat ke belakang untuk mengambbil pelajaran, tapi jangan kelamaan ntar bisa-bisa nggak balik-balik lagi ke sini buat maju ke depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-7449607308568418388?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/7449607308568418388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/06/gak-apa-apa-ip-turun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7449607308568418388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7449607308568418388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/06/gak-apa-apa-ip-turun.html' title='GAK APA-APA IP TURUN :)'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-8038987114642538594</id><published>2010-06-06T20:17:00.000-07:00</published><updated>2010-06-06T20:22:26.403-07:00</updated><title type='text'>Mencerna Konflik Palestina</title><content type='html'>Oleh Nila Rahma, Mahasiswa Program Studi Indonesia FIB UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palestina adalah tempat diturunkannya semua agama samawi, yakni Yahudi, Nasrani, dan Islam. Selain itu, letak geografis Palestina menjadikannya sebagai salah satu rute perdagangan internasional terpenting. Ia menghubungkan tempat peradaban Lembah Nil dan wilayah selatan Syria dan Iraq pada bagian lainnya. Wilayah ini menjadi pusat berbagai ekspedisi militer sehingga semua imperium besar pun mengincarnya, seperti Babylonia, Aushoria, Al Hethyeen, Parsia, Yunani, Romawi, Kekhalifahan Utsmani, dan Inggris. Napoleon pernah menyerang wilayah ini, namun digagalkan oleh perjuangan bangsa setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Palestina Jatuh ke Tangan Israel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1099, Jerussalem jatuh ke tangan pasukan Salib setelah memulai peperangan sejak 1095. Delapan puluh delapan tahun kemudian, pada tahun 1187, Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Al-Aqsha dari kekuasaan pasukan Salib. Pada Perang Dunia I (1914-1919), Inggris mengalahkan Utsmani yang menguasai Palestina. Karena kemenangannya itu, Palestina berada dalam kekuasaan Inggris. Lobi Zionis yang dikomando Theodore Herzl berhasil meyakinkan Inggris agar mereka mendapatkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Promised Land&lt;/span&gt; di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theodore Herzl berhasil mendirikan negara Israel di wilayah Palestina pada tahun 1897, tepatnya setelah 50 tahun 3 bulan sejak ia menuliskan mimpinya di catatan harian. Ketika Sekutu menang pada PD II (1945), wilayah Protektorat Inggris, termasuk Palestina, diserahkan kepada Amerika. Hingga sampai saat ini pun, Amerika lah yang menjadi pendukung utama Israel di kancah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perang tahun 1967, Raja Husein dari Yordania menyerahkan Tepi Barat Yordan kepada Israel dengan alasan kalah perang. Pada tahun yang sama, Gamal Abdul Nasser menyerahkan Gunung Sinai dan Jalur Gaza. Hafedz Assad dari Suriah menyerahkan Dataran tinggi Golan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Misi di Balik Pendirian Negara Israel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendirian negara Israel dilatarbelakangi oleh misi politik, yakni mendirikan negara bagi warga Yahudi dunia (nasionalisme-teologis). Tak dipungkiri jika isu agama dan kepentingan politik serta ekonomi berkelindan menjadi ideologi yang tidak dapat dipisahkan lagi dari Israel. Menjemput &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Promised Land&lt;/span&gt; ‘tanah yang dijanjikan’ menjadi senjata utama mereka untuk melakukan tindak perebutan Palestina. Isu agama menjadi alasan yang paling ampuh karena mampu menjadi alat legitimasi. Jika mereka mempergunakan isu ekonomi, politik, ataupun HAM sebagai senjata maka efeknya tak akan seampuh ini. Misi keagamaan juga dijadikan sebagai alat pembangun solidaritas orang-orang Yahudi di seluruh dunia untuk bersama bahu-membahu guna mewujudkan berdirinya negara bagi warga Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target besar mereka adalah mendirikan negara Israel. Untuk mengecoh mata dunia, mereka seolah-olah fokus untuk melakukan penghancuran Al-Aqsha sehingga terlihat ini benar-benar sebagai misi keagamaan. Sudah tak awam lagi bahwa di bawah Al-Aqsha telah dibangun terowongan-terowongan. Untuk memperlihatkan keseolah-olahan seriusnya itu, mereka juga telah membuat maket Haikal Sulaiman. Dalam Al-Kitab diceritakan bahwa Haikal Sulaiman adalah tempat ibadah Nabi Sulaiman dan ayahnya, Daud. Di dalam Taurat (kata mereka), disebutkan pula bahwa Haikal Sulaiman harus didirikan lagi di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Promised Land&lt;/span&gt;. Mengenai pendirian Haikal Sulaiman ini, sebagian para Rabbi Yahudi tidak menyetujuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan Barat terhadap Israel bukan tanpa sebab. Berikut ini beberapa alasannya:&lt;br /&gt;1. Israel dapat menjadi jembatan paling kuat bagi kepentingan ekonomi dan politik Barat (Amerika) untuk secara gradual menguasai Timur Tengah.&lt;br /&gt;2. Israel memiliki kesamaan nilai dengan Barat, sekuler-liberal.&lt;br /&gt;3. Sebagian besar pemimpin politisk dan pelaku-pelaku ekonomi Israel berorientasi ke Barat.&lt;br /&gt;4. Israel merupakan perluasan Peradaban Barat di Timur Tengah yang sejak lama menjadi batu sandungan sangat kuat bagi Barat.&lt;br /&gt;5. Israel yang berada di tengah wilayah Timur Tengah ini sangat strategis dan menjembatani Asia, Afrika, dan Eropa untuk masuk ke seluruh wilayah Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesewenang-wenangan Israel dalam penyerangan sungguh sangat menyengsarakan rakyat Palestina. Bagaimana tidak?&lt;br /&gt;1. Kedatangan warga Yahudi selalu disertai pengusiran penduduk yang ada.&lt;br /&gt;2. Yahudi melakukan pendekatan kekerasan terhadap rakyat Palestina.&lt;br /&gt;3. Pembantaian terjadi sepanjang Yahudi berkoloni di Palestina sejak tahun 1930-an hingga sekarang.&lt;br /&gt;4. Bangsa Palestina yang merupakan penduduk asli harus mengungsi dan sengsara, sementara para pendatang menikmati kehidupan baru mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa pembantaian yang dilakukan oleh Israel:&lt;br /&gt;1. Pembantaian King David (1946): 92 orang tewas.&lt;br /&gt;2. Pembantaian Baldat Al-Syaikh (1947): 60 tewas&lt;br /&gt;3. Pembantaian Yehida (1947): 13 tewas&lt;br /&gt;4. Pembantaian Khisas (1947): 10 tewas&lt;br /&gt;5. Pembantaian Qazaza (1947): 5 anak-anak tewas&lt;br /&gt;6. Pembantaian Hotel Samirami (1948): 19 tewas&lt;br /&gt;7. Pembantaian Naser al-Din (1948)&lt;br /&gt;8. Pembantaian Tantura (1948): 200 tewas&lt;br /&gt;9. Pembantaian Mesjid Dahmash (1948) 100 tewas&lt;br /&gt;10. Pembantaian Dawayma (1948): 100 tewas&lt;br /&gt;11. Pembantaian Houla (1948): 85 tewas&lt;br /&gt;12. Pembantaian Salha (1948): 254 tewas&lt;br /&gt;13. Pembantaian Deir Yasin (1948): 254 tewas&lt;br /&gt;14. Pembantaian di Qibya (1953): 96 tewas&lt;br /&gt;15. Pembantaian Kafr Qasem (1956): 49 tewas&lt;br /&gt;16. Pembantaian Khan Yunis (1956): 275 tewas&lt;br /&gt;17. Pembantaian di Kota Gaza ( 1956): 60 tewas&lt;br /&gt;18. Pembantaian Fakhani (1981): 150 tewas&lt;br /&gt;19. Pembantaian di Mesjidil Ibrahimi (1994): 5 tewas&lt;br /&gt;20. Pembantaian Qana (1996): 109 tewas&lt;br /&gt;21. Pembantaian Shabra dan Satila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan ingatlah ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, ”Janganlah kamu menyembah selain Allah, berbuat baiklah kepada orangtua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling, kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu masih menjadi pembangkang.&lt;br /&gt;Dan ingatlah ketika Kami mengambil janji kamu, ”Janganlah kamu menumpahkan darahmu (membunuh orang) dan mengusir saudara sebangsamu dari kampung halamanmu.” Kemudian kamu berikrar dan bersaksi.&lt;br /&gt;Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh sesamamu dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Dan jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian yang lain? Maka tidak ada balasan yang pantas bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. (Al-Baqarah: 83—85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an. 2005. Jakarta: Gema Insani Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku&lt;br /&gt;Hidayat, Nuim. 2009. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Imperialisme Baru&lt;/span&gt;. Jakarta: Gema Insani Press.&lt;br /&gt;Husaini, Adian. 2009. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Indonesia Masa Depan&lt;/span&gt;. Jakarta: Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentasi&lt;br /&gt;Bachtiar, Tiar Anwar. Memahami Konflik Palestina. Diakses pada 5 Juni 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-8038987114642538594?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/8038987114642538594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/06/mencerna-konflik-palestina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/8038987114642538594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/8038987114642538594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/06/mencerna-konflik-palestina.html' title='Mencerna Konflik Palestina'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-859985578832071609</id><published>2010-06-02T10:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T11:01:52.663-07:00</updated><title type='text'>STUDI BANDINGAN ANTARA FABEL KARYA LA FONTAINE DAN SATJADIBRATA</title><content type='html'>Oleh Nila Rahma, Mahasiswa Program Studi Indonesia FIB UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Prancis, seperti halnya di Indonesia, fabel tak habis-habisnya menebarkan daya tariknya yang besar. Di Indonesia, dapat ditemui sejumlah fabel yang berasal dari India dan Eropa yang telah mengalami transformasi. Tak mengherankan lagi jika kita membaca fabel Indonesia yang sama atau mirip dengan fabel yang berasal dari negeri asing, bahkan yang memiliki kultur berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI)&lt;/span&gt;, fabel berarti cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang, biasanya berisi pendidikan moral dan budi pekerti. Fabel merupakan karya sastra yang muncul sejak abad ke-17 dan dibawa oleh tradisi klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fabel karya La Fontaine dan fabel karya Satjadibrata mengandung beberapa ciri yang sama. Aspek-aspek edukatif yang disiratkan dalam cerita-cerita yang mengandung teladan dan lucu ditemukan dalam kedua karya penulis tersebut. Dalam makalah ini, penulis akan membandingkan antara karya fabel La Fontaine dan Satjadibrata. Dengan membandingkan karya tersebut, akan diketahui persamaan dan perbedaan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;II. STUDI BANDINGAN ANTARA FABEL KARYA LA FONTAINE DAN SATJADIBRATA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.1. Tentang Pengarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.1.1. La Fontaine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Jean de La Fontaine dilahirkan pada tanggal 8 Juli 1621 di Chateu-Thierry. Nenek moyangnya berasal dari Champagne. Ayahnya berkedudukan sebagai penasihat raja dan bekerja sebagai pengurus pengairan dan kebutuhan swasta. Pada saat dewasa, Jean de La Fontaine pun melakukan pekerjaan serupa. Ibunya, Francoise Pidoux, adalah keturunan keluarga dokter kerajaan, namun telah wafat saat ia masih kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perantara paman istrinya, Jannart, Jean de la Fontaine berkenalan dengan Fouquet, menteri keuangan Prancis pada waktu itu. Pada masa itu, para seniman, baik penulis, maupun pelukis lazim memiliki pelindung yang membiayai hidup mereka. Para pelindung terdiri dari orang-orang penting di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1641, ia belajar di Oratoire yang ditinggalkannya setahun kemudian. Selanjutnya, ia mempelajari teologia di Seminari di Juilly. Di sana, ia tidak termasuk murid yang baik sehingga ayahnya memintanya untuk mempelajari ilmu hukum. Dari sana, La Fontaine memperoleh gelar “Pengacara Parlemen”. Sebenarnya, pekerjaan ini tidak menarik minatnya, namun dari sini ia belajar seni argumentasi yang ternyata sangat berguna dalam penulisan karya-karyanya di kemudian hari. Pada masa belajarnya saat itu, ia menjadi anggota Table Ronde, suatu kelompok kecil yang beranggotakan para penyair muda yang sering hadir di istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masa kanak-kanak, ayahnya telah mendorongnya untuk mempelajari puisi. Jean de la Fontaine sangat gemar membaca. Sejak kecil, ia membaca roman, cerita, dan puisi. Saat menggantikan tugas ayahnya sebagai pengurus pengairan dan kehutanan adalah masa yang mempengaruhi pengembangan bakatnya sebagai pencerita atau pengarang fabel. Dalam tugasnya, ia seringkali berkelana di daerah pedesaan dan hutan-hutan. Di sana ia menemukan rahasia dunia binatang dan tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La Fontaine menerbitkan kumpulan fabel pertamanya pada tahun 1668 pada usia 40 tahun. Ia menerbitkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Eunuque&lt;/span&gt;, terjemahannya pada Agustus 1653. Pada tahun 1658, ia menulis sebuah puisi berjudul "Adonis". Untuk menghormati Fouquet, ia menulis "Songe de Vaux dan Ode au Roi". Antara tahun 1658 dan 1660, ia menulis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Clymene&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ballet Rieurs du Beau-Richard&lt;/span&gt;. Pada tahun 1668, ia menulis fabel-fabelnya yang pertama, yaitu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fables Choices Mises en  Vers&lt;/span&gt;. La Fointe dikenal dan diterima oleh Raja Louis XIV untuk menyajikan karyanya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Les Amours de Psyche et de Cupidon&lt;/span&gt;. Fabel-fabel La Fontaine terdapat dalam tiga kumpulan, yakni &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Le Premier Recuil&lt;/span&gt; (1668) yang terdiri atas buku I-VI; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Le Second Recuil&lt;/span&gt; (1678-1679) yang terdiri atas buku VII-XI, dan buku XII (1694). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.1.2. Satjadibrata&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt; Satjadibrata dilahirkan di Sumedang pada tanggal 31 Agustus 1886 dari darah kyai. Ayahnya, R. Hadji Muhammad Amin adalah seorang penghulu dan meninggal saat Satjadibrata ketika masih muda. Ia mendapatkan warisan dari ayahnya berupa koleksi karya sastra Sunda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selama empat tahun, ia menjalani pendidikan dasar di Sumedang pada Sekolah Kelas II yang memiliki bahasa pengantar Sunda. Pada masa itu, ia sudah menunjukkan minat dan bakat yang besar dalam mata pelajaran Menggambar dan Menembang. Di luar sekolah, ia gemar membaca karya sastra Sunda dan wawacan tulisan tangan yang ditemukannya di antara koleksi ayahnya. Seringnya diajak oleh guru untuk menembang di berbagai acara pesta pernikahan ataupun khitanan  membuat bakat mengarang dan bersyairnya tumbuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada tahun 1902, ia mulai belajar di Sekolah Kelas I yang memiliki bahasa pengantar Belanda. Waktu senggangnya dipergunakan untuk membaca berbagai naskah sambil menghafalkan bait tembang serta menulis tembang. Pada tahun 1905, ia melanjutkan sekolah di Kweekschool voor Onderwijzers dengan hasil kelulusan terbaik. Pada tahun 1926, ia mulai aktif menulis artikel untuk sejumlah majalah Sunda. Pada tahun 1928, ia bekerja di Balai Pustaka sebagai redaktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sakadang Peucang &lt;/span&gt;adalah karya pertamanya yang diterbitkan pada tahun 1930. Setahun kemudian, 1931, ia menerbitkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rasiah Tembang Sunda&lt;/span&gt;. Tidak lama berselang, pada tahun 1932, sebuah wiracarita yang berirama indah berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wawatjan Sastra-Satri&lt;/span&gt;. Selain itu,  Satjadibrata juga menyusun Kamus Sunda-Indonesia yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada Desember 1943 dan Kamus Sunda-Sunda yang terbit pada tahun 1946.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Satjadibrata termasuk sastrawan produktif. Ia menulis di berbagai media, menerjemahkan, dan menyadur karya-karya sastrawan dari dalam maupun luar negeri. Di antara hasil terjemahan karya sastra asing adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Graaf de Monte Cristo &lt;/span&gt;(1928), Lalakon si Tjongtjorang (Pinokio), dan Boedak Timoe (1929). Ia diangkat menjadi anggota Lembaga Bahasa Sunda. Di sana, karya-karya yang dihasilkannya menjadi koleksi arsip pemerintah Jawa Barat hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.2. Analisis Studi Bandingan antara Fabel Karya La Fonte dan Satjadibrata&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam fabel, terdapat unsur-unsur kebaikan dan kejahatan. Pengarang fabel mempergunakan nama berbagai binatang untuk mempersonifikasikan kebaikan dan kejahatan tersebut. Jadi, fabel merupakan cerita yang menggambarkan suatu kehidupan yang dinamis, yaitu kehidupan manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagi orang Indonesia, Kancil dengan akal cerdiknya melambangkan manusia cerdik sekaligus pandai berbicara. Ia tampil sebagai makhluk yang terampil dan penuh dengan gagasan. Tipe masyarakat yang digambarkan melalui Kancil adalah masyarakat kecil yang lemah dan memiliki masalah, namun selalu berhasil terpecahkan berkat kecerdasannya. Kancil dapat menghadapi keadaaan apapun dalam kehidupan. Akan tetapi, ia menghalalkan segala cara, tanpa peduli benar atau tidaknya cara yang ia gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kancil seperti halnya rubah di negeri Eropa. Rubah digambarkan oleh Taine, peneliti Prancis, sebagai binatang yang cerdas dan memiliki kemampuan menipu yang bermutu. Ia memiliki semangat dan  keberanian yang tinggi. Tutur katanya yang baik dan mimik muka yang ekspresif menakdirkannya untuk hidup bergantung pada makhluk lain, menempatkan diri di kalangan orang kaya, di istana, dan datang untuk meminta belas kasihan sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam “Si Kancil dan Seratus Lima Puluh Buaya”, usaha untuk menghindari kematian terwujud dalam kalimat yang memukau. Kancil dengan kemampuan verbal yang tinggi dapat meyakinkan musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Percuma makan tubuhku. Aku terlalu kecil untuk kalian semua. Aku tak akan dapat mengisi perut-perut kalian. Tapi kalau kau ingin dagingku untuk obat, boleh. Tapi tidak boleh makan terlalu banyak. Berapa jumlah kalian semua?” ”Hanya, lebih baik kalau kau membagi-bagikannya dengan teman-temanmu. Mereka akan menganggapmu murah hati. Sebenarnya, aku telah berbuat kebodohan dengan membukakan rahasiaku. Aku bisa saja membiarkan kalian mati karena makan dagingku. Hal itu tentu akan baik bagi binatang-binatang yang lain. Mereka tak perlu lagi takut kepada buaya”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kefasihan berbicara terlihat juga pada Rubah dalam ”Le Lion, le Loup et le Renard”. Kepandaian Rubah berbicara tak hanya untuk mengeluarakan dirinya dari bahaya, tetapi juga untuk membalas dendam kepada fitnahan serigala seperti digambarkan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Je crains, Sire, dit-il, qu’un rapport peu sincere&lt;br /&gt;Ne ma’it a mepris impute&lt;br /&gt;D’avoir differe cet hommage&lt;br /&gt;Mais j’’etais en pelerinage&lt;br /&gt;Et m’acquittas d’un voeu fait pour otre sante&lt;br /&gt;Meme j’ai vu dans mon voyage&lt;br /&gt;Gens experts et savants, leur aid it la languer&lt;br /&gt;Don’t Votre Majeste craint, a bon droit la suite&lt;br /&gt;Vous ne manquez que de chaleur;&lt;br /&gt;Le long age en vous l’a detruite&lt;br /&gt;D’un Loup ecorche vif appliquez-vous la peau&lt;br /&gt;Toute chaude et toute fumante;&lt;br /&gt;Le secret sans doute en est beau&lt;br /&gt;Pour la nature defaillante&lt;br /&gt;Messire Loup vous servira&lt;br /&gt;S’il vous plait, de robe de chamber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya khawatir, Tuan, akan adanya laporan yang kurang benar. Saya dianggap bersalah telah bersikap tak hormat. Tetapi, saya sedang dalam perjalanan ziarah dan menjalankan tugas di bawah sumpa yang dibuat untuk kesehatan Tuan. Dalam perjalanan itu, saya bertemu dengan orang-orang pandai dan ahli, saya ceritrakan penyakit yang Yang Mulia takuti kelanjutannya. Tuanku hanya kedinginan, usia tuan membuat Tuan demikian. Dari seekor serigala yang dikuliti hidup-hidup, gunakanlah kulitnya panas-panas dan berasap. Resep ini pasti baik untuk tubuh yang melemah. Tuan Serigala akan dapat digunakan sebagai pakaian kamar”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kedua kutipan fabel di atas, “Si Kancil dan Seratus Lima Puluh Buaya” dan ”Le Lion, le Loup et le Renard”, ditemukan kesamaan berupa penggambaran tokoh dengan karakter sama. Hal ini diwakili oleh Kancil dan Rubah. Keduanya memiliki kecerdasan yang tinggi sehingga berhasil mengelabuhi musuhnya. La Fontaine dan Satjadibrata memperlihatkan kesamaan-kesamaan antara manusia dan binatang.  Kesamaan-kesamaan tersebut terlihat pada aspek lahiriah, sifat, perasaan, serta ungkapan-ungkapan dalam tata pergaulan umat manusia dan juga percakapan yang dipergunakan oleh para tokoh dalam cerita. Keduanya memanusiakan binatang dan mewarnainya dengan suatu simbolisme sosial. Setiap binatang mewakili tipe tertentu manusia dan tipe sosial.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;III. PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah cerita binatang Indonesia berasal dari kumpulan cerita India yang dikenal dengan nama Panchatantra. Sementara itu, La Fontaine menyatakan dirinya sebagai penerus, peniru, dan murid setia Aesop. Sedangkan fabel karangan Aesop juga berasal dari sumber yang sama, yakni cerita-cerita India kuno. Menurut sejarah fabel, cerita binatang bermula dari India tidak hanya menyebar ke Barat (arah Eropa dan Afrika), tetapi juga ke arah Timur (arah Indonesia dan Malaysia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; La Fontaine pernah terlibat dalam perjuangan politik pada masanya. Ia mengutuk semangat dan politik pemimpinnya, Colbert. Fabel-fabel La Fontaine menjadi suatu pembelaan politik bagi Fouquet, pelindungnya, yang merupakan lawan politik dari Colbert. Hal ini berbeda dengan Satjadibrata. Fabel-fabelnya tidak bertujuan politik sama sekali. Fabel-fabel karyanya merupakan kumpulan dari cerita yang sudah tersebar secara turun-temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidaklah mengherankan saat diketahui Prancis dan Indonesia memiliki fabel yang serupa. Kedua fabel ini, “Si Kancil dan Seratus Lima Puluh Buaya” dan ”Le Lion, le Loup et le Renard” berasal dari sumber yang sama, yaitu cerita-cerita binatang dari India yang paling kuno dan diciptakan oleh pujangga-pujangga Hindu. Dapat disimpulkan bahwa La Fontaine dan Satjadibrata terpengaruh oleh pujanga-pujangga Hindu dari India.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Budianta, Melani, dkk. 2006. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Membaca Sastra&lt;/span&gt;. Jakarta: Indonesiatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksa, Yati Haswidi. 1990. Rubah dan Kancil (Suatu Gambaran Tatanan Dunia: Studi  Bandingan Beberapa Fabel Karya La Fontaine dan Satjadibrata. Disertasi Tidak  Diterbitkan. Jakarta: Fakultas Pascasarjana Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;Fokkema, D.W. 1998. Teori Sastra Abad Kedua Puluh. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tim Penyusun Pusat Bahasa. 2008. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamus Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;. Jakarta: Depertemen  Pendidikan Nasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-859985578832071609?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/859985578832071609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/06/studi-bandingan-antara-fabel-karya-la.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/859985578832071609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/859985578832071609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/06/studi-bandingan-antara-fabel-karya-la.html' title='STUDI BANDINGAN ANTARA FABEL KARYA LA FONTAINE DAN SATJADIBRATA'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-4518218722664795977</id><published>2010-06-02T10:40:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T10:48:31.898-07:00</updated><title type='text'>PEMINJAMAN ISTILAH-ISTILAH BIDANG EKONOMI DARI BAHASA INGGRIS DALAM BAHASA INDONESIA</title><content type='html'>Oleh Nila Rahma, Mahasiswa Program Studi Indonesia FIB UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa selalu berkembang dalam masyarakat yang juga semakin berkembang. Penggunaannya menyangkut berbagai bidang, seperti bidang hukum, politik, budaya, ataupun ekonomi. Dalam perkembangannya, suatu bahasa akan menerima kata-kata asing yang kemudian menjadi bagian dari kosakata bahasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satupun bahasa di dunia ini yang sudah memiliki kosakata yang lengkap dan tidak memerlukan ungkapan untuk gagasan, temuan, atau rekacipta yang baru. Bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional pun pernah menyerap kata dari bahasa Yunani, Latin, Prancis, dan bahasa-bahasa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, istilah-istilah dalam bahasa Indonesia diambil dari berbagai sumber, terutama dari tiga golongan bahasa yang penting, yaitu (1) bahasa Melayu; (2) bahasa Nusantara, seperti Sansekerta dan Jawa Kuno; serta (3) bahasa asing, seperti bahasa Arab dan bahasa Inggris. Dalam makalah ini, akan diperlihatkan peminjaman istilah-istilah bidang ekonomi dari bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;II. PEMINJAMAN ISTILAH-ISTILAH BIDANG EKONOMI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;DARI BAHASA INGGRIS DALAM BAHASA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilalihan istilah dari bahasa Inggris dalam masyarakat Indonesia adalah untuk menambah konsep dan tanda dalam bahasa Indonesia. Ini merupakan hasil kontak bahasa antara bahasa Ingggris dan bahasa Indonesia. Kontak bahasa adalah hubungan kebahasaan yang terjadi antara satu masyarakat bahasa dengan masyarakat bahasa yang lain (Samsuri, 1968: 661).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, akan terjadi saling pengaruh, baik langsung atupun tidak langsung, antara bahasa-bahasa tersebut. Ketika terjadi proses saling berpengaruh itu, bahasa yang lebih penting akan banyak mempengaruhi bahasa yang kurang penting (Moeliono, 1980: 15). Suatu bahasa akan menerima kata-kata asing yang kemudian menjadi bagian dari kosakata bahasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, suatu bahasa harus menambah jumlah konsep dan tanda untuk melakukan berbagai kegiatan. Dalam penjelasan ini, diberikan beberapa istilah bidang ekonomi dari bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia. Pada setiap istilah, akan terdapat keterangan dengan abjad (a) dan (b) dengan penjelasan sebagai berikut:&lt;br /&gt; (a) Istilah dari bahasa aslinya disertai dengan maknanya &lt;br /&gt; (b) Makna dari Kamus Bahasa Indonesia Edisi Keempat&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; (1) Bank&lt;br /&gt;  (a) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bank: establishment for keeping money and valuables safely, the money being paid out on the costumer’s order&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  (b) bank: lembaga keuangan yang usaha pokonya memberikan pinjaman (kredit) dan jasa dalam pembayaran dan peredaran uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (2) Akumulasi&lt;br /&gt;  (a) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;accumulation: The addition to capital of interest or profits&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  (b) akumulasi: tambahan dana secara periodik dari bunga atau dari laba neto&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; (3) Barter&lt;br /&gt;  (a) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barter: exchange (goods, property, etc) for other goods, etc)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   (b) Barter:perdagangan dengan saling tukar barang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; (4) Bisnis &lt;br /&gt;  (a) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Business: buying and selling; commerce, trade&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  (b) Bisnis: usaha dagang; usaha komersial dalam dunia perdagangan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; (5) Cek&lt;br /&gt;  (a) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Check: bill (in restaurant)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  (b) Cek: Kertas atau formulir yang digunakan sebagai alat pembayaran; formulir tersebut dikeluarkan oleh bank dan diberikan kepada perseorangan atau perseorangan atau perusahaan yang membuka giro di bank tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; (6) Embargo&lt;br /&gt;  (a) Embargo: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;order that forbids (trade movement of ships, etc; stoppage of commerce; or of branch of commerce; seize (ships or goods) by government authority for the service of the state.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  (b) Embargo: Larangan mengirimkan (mengekspor) barang dagangan dan sebagainya ke suatu negara (misalnya karena dalam permusuhan).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; (7) Komoditi&lt;br /&gt;  (a) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Commodity: Useful things especially an article of trade&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  (b) Komoditi: barang dagangan; benda niaga&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; (8) Subsidi&lt;br /&gt;  (a) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Subsidy: money granted, especially by a government to an industry or other cause needing help or to anually in war, to keep prices at a desired level&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  (b) Subsidi: bantuan uang dan sebagainya kepada yayasan atau perkumpulan (biasanya dari pihak pemerintah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; (9) Transfer&lt;br /&gt;  (a) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Transfer: change position, move; hand over the possession of property, etc&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  (b) Transfer: pindah atau beralih tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (10) Royalti&lt;br /&gt;  (a) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Royalty: payment of money by a mining or oil company to owner of the land; sum paid to the owner of copy right or patent&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  (b) Royalti: imbalan atau uang jasa yang dibayar oleh penerbit kepada pengarang untuk setiap buku yang diterbitkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya istilah-istilah bidang ekonomi yang diserap dari bahasa Inggris seperti diuraikan di atas merupakan sebuah gambaran jelas mengenai perkembangan bahasa Indonesia. Apabila seseorang atau suatu masyarakat hendak menggambarkan suatu konsep baru, ia akan menciptakan kata-kata baru atau menyerap istilah-istilah asing dari bahasa asing yang memiliki kontak kebudayaan dengannya. Peminjaman dilakukan karena tidak adanya tanda untuk menggambarkan suatu konsep yang sudah ada dalam bahasa Indonesia. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;III. PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, suatu bahasa harus menambah jumlah konsep dan tanda untuk melakukan berbagai kegiatan. Dari hasil studi kasus tentang kemunculan istilah-istilah bidang ekonomi yang diserap dari bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia seperti diuraikan di atas, terlihat jelas bahwa peminjaman istilah-istilah asing sangat dibutuhkan jika masyarakat hendak menggambarkan suatu konsep baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Echols, John M. dan Hassan Shadily. 1977. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamus Inggris Indonesia&lt;/span&gt;. Jakarta: PT  Gramedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moeliono, Anton. 1980. “Bahasa Indonesia dan Ragam-ragamnya” dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Majalah  Penulisan Bahasa Indonesia&lt;/span&gt; Jilid I No. 1 hal. 15—34.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. 2007. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pedoman Umum Pembentukan Istilah&lt;/span&gt;. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samsuri. 1968. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Analisa Bahasa&lt;/span&gt;. Jakarta: Penerbit Erlangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siregar, Amelia Fariza. 1985. Peminjaman Istilah-Istilah dari Bahasa Asing dalam  Bahasa Indonesia di Bidang Ekonomi. Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Penyusun. 1995. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pedoman Pengindonesiaan Nama dan Kata Asing&lt;/span&gt;. Jakarta:Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Penyusun. 2008. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamus Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usman, Zuber. 1960. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedudukan Bangsa dan Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;. Jakarta: Gunung Agung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-4518218722664795977?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/4518218722664795977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/06/peminjaman-istilah-istilah-bidang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/4518218722664795977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/4518218722664795977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/06/peminjaman-istilah-istilah-bidang.html' title='PEMINJAMAN ISTILAH-ISTILAH BIDANG EKONOMI DARI BAHASA INGGRIS DALAM BAHASA INDONESIA'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-2450769925022171517</id><published>2010-06-02T10:27:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T10:38:15.795-07:00</updated><title type='text'>Tinjauan Sosiologis Senja di Jakarta  Karya Mochtar Lubis</title><content type='html'>Oleh Nila Rahma, Mahasiswa Program Studi Indonesia FIB UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Senja di Jakarta&lt;/span&gt; telah banyak diperbincangkan para pengamat sastra Indonesia. A. Teew (1980: 264-265) mengatakan bahwa novel ini merupakan karya Mochtar Lubis yang agung. Keberhasilan Mochtar Lubis dalam menggambarkan kebobrokan masyarakat lapisan bawah maupun atas sekitar tahun 1950-an sebelum pemilihan umum saat itu patut diacungi jempol. Dalam tulisan ini, saya ingin mempersoalkan latar belakang kehidupan Mochtar Lubis yang dihubungkan dengan novelnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Senja di Jakarta&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik ekspresif (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;expressive criticism&lt;/span&gt;) memandang karya sastra terutama dalam hubungannya dengan penulis sendiri. Kritik ini mendefinisikan puisi/karya sastra sebagai sebuah ekspresi, curahan atau ucapan perasaan, atau sebagai produk imajinasi pengarang yang bekerja dengan persepsi-persepsi, pikiran-pikiran, dan perasaan-perasaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sastrawan tidak akan pernah terlepas dari pengalaman dan kondisi sosial-budayanya di dalam pelahiran karya-karya sastra. Segi sosiologis sastrawan inilah yang menjadi landasan misi segala jenis penciptaan. Sastrawan melahirkan karyanya berdasarkan pengalaman sosial–budayanya; kalaupun bukan dia sendiri yang mengalami, setidak-tidaknya ia menjadi saksi suatu kondisi sosial – budaya yang hidup dan dinamis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mochtar Lubis&lt;/span&gt; lahir di Padang, Sumatera Barat pada 7 Maret 1922 dan meninggal dunia pada 2 Juli 2004 pada umur 82 tahun di Jakarta. Ia pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Ekonomi INS Kayu Tanam, Sumatera serta Jefferson Fellowship East and West Center, Universitas Hawai. Selain sastrawan, Mochtar Lubis adalah pengarang ternama asal Indonesia. Ia turut mendirikan Kantor Berita ANTARA. Mochtar Lubis juga mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya. Selain itu, majalah sastra Horizon juga didirikan olehnya bersama dengan kawan-kawan. Pada waktu pemerintahan rezim Soekarno, ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun dan baru dibebaskan pada tahun 1966. Mochtar Lubis sering mendapatkan penghargaan seperti Magsaysay Award untuk jurnalistik dan kesusasteraan, Golden Pen Award dari International Association of Editors and Publishers, dan Hadiah Sastra dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mochtar Lubis menulis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Senja di Jakarta&lt;/span&gt; pada saat ia dikenakan tahanan rumah oleh pemerintah Orde Lama. Awalnya, novel itu berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yang Terinjak dan Melawan&lt;/span&gt;. Masa penulisan novel Senja di Jakarta diungkapkannya dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan Subversif&lt;/span&gt; sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;... Informasi tentang keadaan-keadaan politik selalu mengalir datang dari kawan-kawan. Saya juga sekarang telah mulai menulis roman saya yang diberi nama Yang Terinjak dan Melawan. Sekarang telah menjadi jelas dalam otak saya buku roman apakah yang akan saya tulis. Saya ingin melukiskan dalam roman keadaan sosial dan politik negeri kita. Betapa kehausan akan kekuatan, keserakahan dalam harta benda dan kekuasaan dalam menggunakan kedudukan partai telah menimbulkan kerusakan-kerusakan yang amat banyak di tengah-tengah masyarakat kita. Saya telah menulisnya dengan lancar dan mudah sekali meskipun saya tahu buku ini mungkin dalam masa lama belum akan diterbitkan di Indonesia, akan tetapi saya merasa dengan melukiskannya saya telah menyusun laporan yang perlu diketahui masyarakat kita kelak. (Lubis, 1987: 111-112)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan politik dan sosial di Indonesia yang kacau pada tahun 1950-an ingin disampaikan pengarang melalui novel ini. Carut-marut kondisi saat itu juga dapat diketahui dari buku-buku Sejarah, seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sejarah Nasional Indonesia Jilid IV: Zaman Jepang dan Pemerintahan RI&lt;/span&gt; (Notosusanto, 1975) dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertumbuhan, Perkembangan, dan Perkembangan Lekra di Indonesia &lt;/span&gt;(Ismail, 1972). Dengan demikian, dapat diartikan bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Senja di Jakarta&lt;/span&gt; muncul atas pengaruh keadaan ekonomi dan sosial di Indonesia yang kacau pada tahun-tahun tersebut. Mochtar Lubis yang dikenal sebagai wartawan sekaligus pengarang mampu memotret kegelisahan dirinya terhadap keadaan masyarakat melalui &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Senja di Jakarta&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mochtar Lubis menggambarkan para manusia Indonesia lapisan atas dengan menghadirkan Suryono, Raden Kaslan, Husin Limbara, dan kawan-kawannya. Mereka seakan tak pernah puas  pada hal yang telah miliki sehingga mereka bersama-sama melakukan korupsi. Melalui pendirian perusahaan-perusahaan fiktif yang akan menangani lisensi impor barang-barang kebutuhan pokok rakyat, mereka mengepul lembaran-lembaran uang. Sementara itu, Neneng, Saimun, Itam, dan Pak Ijo digambarkan sebagai manusia-manusia Indonesia yang sungguh setengah mati berjuang untuk bertahan hidup. Keputusan Neneng untuk melacurkan diri hanya untuk memperoleh sesuap nasi menjadi gambaran penting dalam potret kebobrokan akhlak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhasan Mochtar Lubis yang juga mencerminkan seorangs wartawan adalah menyertakan Laporan Kota dalam beberapa bagian novelnya seperti berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;LAPORAN KOTA:&lt;br /&gt;Malam itu seperti biasa juga. Malam ramai di pasar Glodok. Ribuan lampu listrik berkelip seperti kunang-kunang menari dalam malam. Lampu-lampu mobil bergerak, bola-bola mata kuning. Wangi makanan merangkak keluar dari restoran, berat di udara, serasa bisa dipegang, dan dimasukkan ke dalam mulut, dikunyah. Mereka berdua meneguk air liur. Sebesar kelereng meyumbat kerongkongan, dan kemudian mereka meludahkan bersama-sama, pecah di tanah dekat kaki mereka. (Lubis, 1981: 31)  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita dan cerita hanya berbeda tipis. Peristiwa selama Mei 1956 hingga Januari 1957 yang menyangkut jatuhnya kabinet, sepak terjang partai, dan berita di media massa tak luput dari perhatian Mochtar Lubis untuk dituangkan dalam novelnya. Berbagai peristiwa dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Senja di Jakarta&lt;/span&gt; merupakan reprensentasi dari semangat zaman saat itu. Baginya, tugas wartawan adalah mencatat dan menuliskan kejadian yang faktual secara objektif. Pandangan pribadi dan praduga wartawan tidak boleh masuk di dalam berita. Itulah sebabnya, beberapa karya fiksi Mochtar tidak sepenuhnya merupakan imajinasi, tetapi juga mengungkap babak kehidupan nyata yang pernah dialami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Djoko Pradopo, Rahmat. 1994. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Prinsip-prinsip Kritik Sastra Teori dan Penerapannya&lt;/span&gt;.  Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardjana, Andre. 1981. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kritik Sastra: Sebuah Pengantar&lt;/span&gt;. Jakarta: PT Gramedia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubis, Mochtar. 1987. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan Subversif&lt;/span&gt;. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan PT  Gramedia Pustaka Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubis, Mochtar. 1981. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Senja di Jakarta&lt;/span&gt;. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senggono, Endo. 1985. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Senja di Jakarta: Analisis Tema dan Tokoh secara Sosiologis&lt;/span&gt;. Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teeuw, A. 1980. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sastra Indonesia Baru I&lt;/span&gt;. Ende-Flores: Penerbit Nusa Indah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-2450769925022171517?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/2450769925022171517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/06/tinjauan-sosiologis-senja-di-jakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2450769925022171517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2450769925022171517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/06/tinjauan-sosiologis-senja-di-jakarta.html' title='Tinjauan Sosiologis Senja di Jakarta  Karya Mochtar Lubis'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-2560273895263018359</id><published>2010-05-11T09:48:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T09:57:01.142-07:00</updated><title type='text'>Sedikit Cerita dari Perjalanan Mapres (-mapresan)</title><content type='html'>Oleh Nila Rahma, Program Studi Indonesia FIB UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi mahasiswa berprestasi tak dipungkiri menjadi harapan setiap mahasiswa di mana pun. Berprestasi itu bisa macam-macam, misalnya berprestasi dalam bidang akademik, olahraga, seni, jurnalistik, ataupun yang lain. Seleksi Mahasiswa Berprestasi yang rutin diadakan di tingkat fakultas, lantas universitas, dan berlanjut ke tingkat nasional setiap tahunnya ini hanyalah secuil wadah tempaan bagi mahasiswa jenjang strata satu untuk membuktikan kecakapan dalam bidang akademik, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Jadi, bukan berarti bahwa yang tak ikut ajang ini adalah orang yang tak berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seleksi Mahasiswa Berprestasi (yang dimaksud dalam tulisan ini) lebih akrab dikenal dengan sebutan Seleksi Mapres. “Budaya Bahari sebagai Potensi Pengembang Keunggulan Bangsa” adalah tema yang diangkat pada tahun 2010. Untuk Seleksi Mapres, diberikan syarat yang cukup mudah untuk dipenuhi, yaitu berkewarganegaraan Indonesia, memiliki IPK lebih dari sama dengan 3,00, mampu berbahasa Inggris, dan memiliki poin kegiatan kokurikuler serta ekstrakurikuler minimal sejumlah 50 poin, serta membuat makalah sesuai dengan tema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan mengenai poin kegiatan tertera dalam Formulir Penilaian Kegiatan Kokurikuler dan Ekstrakurikuler. Sebagai contoh adalah saya. Saat ini saya diamanahi sebagai Kepala Departemen Keilmuan dan Kajian Budaya BEM FIB UI sehingga saya memperoleh empat poin. Usai diakumulasikan, saya memperoleh 200 poin lebih. Kesulitan dalam urusan poin-poinan ini adalah kelengkapan bukti. Jadi, jika memang berniat mengikuti ajang ini maka siapkanlah jauh-jauh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas kita, FIB, memilki alur penyeleksian yang cukup panjang, yakni Babak Penyisihan (pencarian 12 besar), Babak Semifinal (pencarian 6 besar), dan Babak Final (penentuan para juara 1 sampai 6). Biasanya, peserta babak penyisihan diajukan oleh program studi masing-masing. Namun, hal ini berbeda dengan saya. Saya mengajukan diri (&lt;em&gt;haha, kepedean critanya&lt;/em&gt; :)). Meski tak diminta, jika memang berniat sangat, ajukan diri saja! Gampang kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Mark Twain, &lt;em&gt;“Twenty years from now, you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So, throw off the bowlines, sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” &lt;em&gt;Maksudnya,&lt;/em&gt; mending nyoba meski kudu berjuang keras daripada nggak nyoba trus ntar nyesel.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Babak Penyisihan, ada tiga kelas yang harus ditempuh, yakni kelas makalah bahasa Indonesia, kelas bahasa Inggris, dan kelas Prestatif (mengenai CV). Entah mengapa, saya &lt;em&gt;nggak nervous&lt;/em&gt; sama sekali saat itu. Namun, sore harinya, saya terkaget-kaget saat nama saya disebutkan sebagai salah satu peserta lolos ke Babak Semifinal. Ini berarti bahwa ada ujian selanjutnya. Oke, dijalani saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling menarik dalam Seleksi Mapres di FIB, pun tidak dilakukan oleh fakultas-fakultas lain di UI, adalah penelitian lapangan. Tahun ini, penelitian lapangan dilakukan selama empat hari, 4—7 Maret 2010 di Indramayu, Jawa Barat. Penelitian yang saya lakukan tepatnya berlokasi di Sentra Industri Andalan Kerupuk Desa Kenanga Blok Dukuh, Kecamatan Sindang. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari sana. Terkadang, data lapangan tak sesuai dengan ekspektasi sehingga terjadi “kebingungan akut”. Jika terjadi seperti ini, lebih baik meminta pertimbangan para dosen pembimbing dan teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para semifinalis diharuskan membuat makalah dari hasil penelitiannya masing-masing. Adapun makalah saya berjudul “Inovasi Pemasaran Kerupuk Udang Indramayu melalui Dunia Maya”. Presentasi makalah diselenggarakan di Auditorium Gedung 1 FIB UI. Saya mendapat urutan ke-11. Biasanya, hanya ada satu pertanyaan berbahasa Inggris dan empat pertanyaan dalam bahasa Indonesia yang diajukan. Namun, saya memperoleh tiga pertanyaan berbahasa Indonesia dan empat pertanyaan berbahasa Inggris. Entah kenapa, saya juga tidak tahu. &lt;em&gt;Nah&lt;/em&gt;, jika pertanyaan diajukan dalam bahasa Inggris, pemakalah juga harus menjawabnya dengan bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mempresentasikan makalah, para semifinalis mementaskan bakatnya masing-masing. Cita-cita masa kecil untuk menjadi seorang pembaca berita kembali terlintas di benak hingga saya memutuskan untuk menjadi pembaca berita saat pentas bakat. Jika diingat, lucu juga. Siang bolong, &lt;em&gt;ngambil&lt;/em&gt; video di Taman Ismail Marzuki Jakarta bareng Dhisty. &lt;em&gt;Minjem&lt;/em&gt; handycam Dhana, bahkan dikasih kasetnya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Allah memberikan kepercayaan kepada saya lagi untuk maju ke babak berikutnya, babak final. Setiap finalis diminta untuk memaparkan topik yang diperoleh dalam bahasa Inggris. Kemudian, kelima finalis lainnya mengajukan pertanyaan yang harus ditanggapi. Topik yang dipaparkan didapatkan secara dadakan. Jika ingin menaklukkan babak ini, kuncinya adalah rutin membaca koran setiap hari dan berlatih berbahasa Inggris sesering mungkin sehingga &lt;em&gt;nggak kagok&lt;/em&gt;. Satu lagi, &lt;em&gt;enjoy aja&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang harinya, enam finalis diharuskan menunjukkan bakatnya. Tentunya, pentas kali ini nggak afdhol kalo sama dengan pentas saat semifinalis kemarin. Saya mengalami kebingungan akut saat itu karena menyadari bahwa saya tidak begitu handal soal beginian. Dengan bantuan teman-teman, pukul dua dini hari di hari yang sama, saya memutuskan untuk Bernarasi Ironi di atas panggung. Alhamdulillah, saya puas dengan tampilan ini karena telah menyampaikan “sesuatu” melaluinya. Kali ini, Allah mempercayai saya untuk menjadi Juara Harapan I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi juara berapapun bukanlah tujuan akhir saya dalam ajang ini. Masih banyak pintu-pintu masa depan yang harus segera dibuka dengan membukanya satu persatu. Mengajak orang untuk selalu berbuat kebaikan, salah satunya. Dengan mengikuti ajang seperti ini, banyak manfaat yang diperoleh. Di antaranya adalah mengetahui posisi kemampuan diri kita jika dibandingkan dengan orang lain dan berkesempatan untuk belajar langsung dengan orang-orang hebat di sekitar kita. Selain itu, tahun ini beberapa dari semifinalis Mapres, termasuk saya, diikutsertakan dalam proyek penelitian tentang kebudayaan Betawi. Sungguh menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambar jika raihan-raihan hanya dapat dirasakan sendiri sebab masih banyak yang bodoh dan lapar menunggu sumbangan ilmu para cendekia. Saya selalu teringat pesan Bapak saya, bahwa &lt;em&gt;”Syukur adalah mempergunakan semua pemberian atau kenikmatan dari Allah untuk digunakan seperti kehendak Yang Memberi.”&lt;/em&gt;. Jadi, ekspresi syukur itu bukan hanya dengan mengucap hamdalah, melainkan juga memaksimalkan segala hal yang telah diberikan-Nya. Selamat bersyukur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-2560273895263018359?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/2560273895263018359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/05/sedikit-cerita-dari-perjalanan-mapres.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2560273895263018359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2560273895263018359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/05/sedikit-cerita-dari-perjalanan-mapres.html' title='Sedikit Cerita dari Perjalanan Mapres (-mapresan)'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-7611885590654819416</id><published>2010-05-04T17:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T17:20:17.415-07:00</updated><title type='text'>Bu Daya</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;gang sempit pemukiman kumuh, rusuh&lt;br /&gt;belakang pabrik milik kapitalis tengik&lt;br /&gt;terik&lt;br /&gt;siang bolong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Wayang dan Mbak Tik, keduanya terkekeh-kekeh&lt;br /&gt;saat Wayang berhasil bongkar bak sampah&lt;br /&gt;dan temukan Mbak Tik di dalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keduanya seperjuangan mengais sampah di komplek sebelah&lt;br /&gt;beruntung: kali ini mereka punya setengah jam tuk berpetak umpet&lt;br /&gt;di gang sempit belakang pabrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wayaaang, lekas masuk! Di sebelah ada penggusuran. Banyak petugas.&lt;br /&gt;Aku kwatir kau diculik. Dijual ke negeri orang. Ah, aku tak mau.&lt;br /&gt;Ayooo, lekas masuk!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak usahlah takut, Bu!&lt;br /&gt;jika memang ada yang mau culik kami, biarlah, Bu!&lt;br /&gt;sebab di sini kita pun tak pernah dihirau-hirau&lt;br /&gt;mungkin saja: penculik itu akan beri kita makan barang sekali saja&lt;br /&gt;mungkin saja: dicampuri racun supaya orang kayak kita ini lekas binasa&lt;br /&gt;mungkin saja: usai makan, matipun aku bahagia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seusainya,&lt;br /&gt;Wayang dan Mbak Tik bergegas berdinas&lt;br /&gt;menjejak, sambangi komplek elit sebelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 4 Mei 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-7611885590654819416?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/7611885590654819416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/05/bu-daya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7611885590654819416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7611885590654819416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/05/bu-daya.html' title='Bu Daya'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-8048158082292709250</id><published>2010-05-03T11:24:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T11:28:01.995-07:00</updated><title type='text'>berjalan</title><content type='html'>angkat kaki kanan&lt;br /&gt;sembari berbasmalah dalam hati&lt;br /&gt;lantas injakkan pada tanah Tuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesegera sampainya kaki kanan pada tanah Tuan,&lt;br /&gt;kaki kiri pun mengikuti&lt;br /&gt;keduanya melintas sepanjang ruas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;syukur syukur syukur jika memang&lt;br /&gt;saya, kamu, dan dia masih miliki keduanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang mereka,&lt;br /&gt;ada yang hanya punya satu&lt;br /&gt;bahkan: ada pula yang tak punya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?&lt;/span&gt; (Q.S. Ar-Rahman: 32)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-8048158082292709250?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/8048158082292709250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/05/berjalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/8048158082292709250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/8048158082292709250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/05/berjalan.html' title='berjalan'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-2508303989271715161</id><published>2010-04-29T08:42:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T08:45:37.299-07:00</updated><title type='text'>Kedudukan Wanita*</title><content type='html'>Dalam beberapa kebudayaan masa lampau, wanita hanya dapat meraih kedudukan yang lumayan sebagai hasil suatu motif, baik karena kecantikannya atau kelemahannya sehingga orang merasa kasihan. Sebagai contoh adalah wanita memperoleh kasih sayang dari anak-anaknya sebagai imbalan dari kasih sayang keibuan yang dilimpahkan pada mereka. Kasih sayang seperti ini adalah umum di kalangan makhluk hidup meski tidak sampai seperti manusia dalam konstruksi jasmaniah dan kecerdasan otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan yang dapat dinilai sebagai hasil dari perlakuan tata-tertib dan hukum atau kebudayaan dapat dikatakan hampir tidak ada dalam kebudayaan-kebudayaan lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah agama Manu di India. Agama ini tidak mengenal hak wanita yang terpisah dari hak ayahnya atau suaminya atau anaknya dalam suasana sang ayah dan suami sudah meninggal. Jika kesemuanya tidak ada, wanita harus menggabungkan diri kepada seorang pria dari keluarga suami dan ia sama sekali tidak diperkenankan mengurus dirinya sendiri dalam keadaan apapun secara bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, hak wanita tidak lagi diakui dalam pergaulan masyarakat. Ada pula yang tidak mengakui hak wanita itu dalam hidup, seperti wanita itu diberi vonis bahwa ia harus mati pada waktu suaminya mati atau ia harus dibakar bersama-sama dengan suaminya dalam satu pembakaran. Adat kebiasaan kuno ini terus berlaku sejak masa kebudayaan agama Brahma pada zaman purba sampai abad ke-17. Namun, adat ini diberlakukan kembali oleh kalangan yang fanatik dalam melakukan upacara-upacara agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Hammurabi di Babylonia menganggap wanita sebagai bagian dari hewan piaraan. Ada suatu ketetapan bahwa jika seseorang membunuh seorang putri orang lain, ia harus menyerahkan anak putrinya kepada orangtua si putri (yang dibunuh) untuk dibunuh atau diperbudak. Meski terkadang orangtua korban telah memaafkan, anak putri dari si pembunuh itu harus juga dibunuh demi melaksanakan aturan resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan masyarakat Yunani kuno, wanita tidak memiliki kemerdekaan dan kedudukan dalam segala hal yang berhubungan dengan hak-hak menurut undang-undang. Wanita ditempatkan di rumah-rumah besar di suatu tempat yang terpisah jauh dari jalan raya dengan jendela sempit serta pintunya dijaga ketat. Tak satupun wanita yang ada di dalam himpunan ahli Filsafat Yunani. Tidak ada satupun wanita yang muncul sebagai seorang yang pintar. Sebaliknya, banyak wanita yang muncul dan populer sebagai penyanyi-penyanyi panggung atau wanita bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Arab, jika seorang wanita memiliki cacat, ia membuat malu keluarganya. Karena sangat takut mendapat malu, pernah terjadi seorang lelaki menguburkan putrinya yang masih bayi. Nilai anak putri di kalangan orang-orang yang tidak menguburkannya pada waktu masih bayi hanyalah sebagai harta warisan yang dipindahkan dari bapak kepada anak, bisa dijual atau digadaikan untuk membayar utang atau membeli barang-barang kebutuhan. Tidak ada peraturan yang membela wanita dari vonis ini, kecuali jika ia berada dalam lingkungan keluarga yang mulia sehingga ia turut menjadi mulia bersama-sama dengan sahabat dan tetangga keluarga yang mulia itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Al-Qur’an yang mulia datang ke dunia ini dengan membawa hak-hak bagi kaum wanita, yang belum pernah ada dalam aturan negara maupun agama. Lebih dari itu, Al-Qur’an mengangkat derajat wanita dari lembah kehinaan, lepas dari najisnya syetan dan rendahnya hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an melepaskan wanita dari kutukan dosa warisan dan kotornya tubuh yang dihinakan sebelumnya. Adam dan Hawa, keduanya berhasil digoda oleh syetan, namun telah memperoleh ampunan dengan taubatnya. Cucu-cucu Adam dan Hawa tidak dikenai dosa nenek-moyang seperti firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah: 134,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan ketentuan kepada orang Islam untuk menghindari perbuatan menguburkan putrinya karena takut miskin dan malu. Menghindari perbuatan menguburkan itu tidak lebih sampai ke taraf mengangkat manusia dari kebiadaban dan belumlah sampai ke taraf mengangkat manusia sehingga menjadi makhluk yang jujur memelihara hak makhluk terhadap kehidupan. Tidak hanya menghentikan penguburan, Al-Qur’an mencegah Muslim untuk merasa bosan dengan keturunannya jika putri. Al-Qur’an melarang seorang Muslim bermuka masam dan gelisah saat menyambut kelahiran putrinya dalam Q.S. An-Nahl: 58-59)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tanda kekuasaan Illahi mengenai ajaran terhadap kaum wanita ialah bahwa ajaran itu diperintahkan tanpa adanya suatu perbuatan, baik dari kaum wanita itu sendiri ataupun dari kalangan masyarakat yang menjadi latar belakang ajaran tersebut. Ajaran itu diperintahkan kepada masyarakat, baik kaum laki-laki maupun wanita, sebagai suatu kewajiban yang ditetapkan, bukan karena tuntutan suatu golongan. Itu adalah perintah yang belum ada bandingannya di dalam agama-agama yang telah lalu, sebelum lahirnya Da’wah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*disarikan oleh Nila Rahma dari buku &lt;em&gt;Wanita dalam Al-Qur’an&lt;/em&gt; Terbitan Bulan Bintang, Jakarta Tahun 1976 halaman 81—99 karya Abbas Mahmoud Al ’Akkad.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-2508303989271715161?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/2508303989271715161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/kedudukan-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2508303989271715161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2508303989271715161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/kedudukan-wanita.html' title='Kedudukan Wanita*'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-7561909895820922130</id><published>2010-04-27T11:59:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T12:09:35.823-07:00</updated><title type='text'>Actions are Judged by Intentions</title><content type='html'>It is narrated on the authority of Amirul Mukminin, Ummar bin al-Khattab r.a. who said: I heard the Messenger of Allah, sallallahu alayhi wasallam, say:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Actions are (judged) by motives (niyyah), so each man will have what he intended. Thus, he whose migration (hijrah) was to Allah and His Messenger, his migration is to Allah and His Messenger; but he whose migration was for some worldly thing he might gain, or for a wife he might marry, his migration is to that for which he migrated.” (Al-Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACKGROUND&lt;br /&gt;This Hadith was expressed by the Prophet SAW at the time when a man migrated from Makkah to Madinah during the &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hijrah&lt;/span&gt; (emigration) for the sake of marrying someone. It is considered to be one of the greatest ahadith in Islam. According to Al-Imam al-Shafii, this Hadith is one third of the knowledge of Islam and it can be related to over 70 topics of Fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ahmad (with reference to Al-Imam al-Shafii statement) said: Islam is based on three fundamentals or principals:&lt;br /&gt;1. Actions of the heart –Our internal actions&lt;br /&gt;2. Actions of the limbs –Our external actions&lt;br /&gt;3. Interactions between people –Our daily dealings or “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;muamalat&lt;/span&gt;” with people&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These three principals are captured in the following three Hadiths from the collection of Imam Nawawi’s 40 Hadith as agreed upon by Al-Bukhari and Muslim:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hadith 1&lt;/span&gt; –“Actions are judged by intention (actions of the heart)”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hadith 5&lt;/span&gt; –“Whosoever introduces into this affair of ours (i.e. Islam) something that does not belong to it, it is to be rejected.”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Hadith  6&lt;/span&gt; –“Truly, what is lawful is clear, and what is unlawful is clear, and in between the two are matters which are doubtful which many people do not know …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These ahadith can be seen as three criteria to help Muslims evaluate and judge what they do and say “as an &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘ibadah&lt;/span&gt;” (act of worship) in their daily lives. Intentions or &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Niyyah&lt;/span&gt; has two meanings:&lt;br /&gt;1. The intention before performing an &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘ibadah&lt;/span&gt; (e.g. prayer, fast)&lt;br /&gt;2. The willingness of performing an action&lt;br /&gt;This Hadith refers to the  second meaning above.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Commentary on The Forty Hadith of Al-Nawawi&lt;/span&gt; ( page 16—17)  by Dr. Jamal Ahmed Badi. Dr. Jamal Ahmed Badi is an Associate Professor at the Department of General Studies at the International Islamic University of Malaysia (IIUM). Currently, he is the Director of the International Students’ Division, IIUM.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-7561909895820922130?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/7561909895820922130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/actions-are-judged-by-intentions.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7561909895820922130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7561909895820922130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/actions-are-judged-by-intentions.html' title='Actions are Judged by Intentions'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-5024428389641623833</id><published>2010-04-26T16:45:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T16:47:14.462-07:00</updated><title type='text'>Punya NPWP: Penting Lho!</title><content type='html'>oleh Nila Rahma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) seringkali dikira sebagai barang yang baru boleh dimilki oleh orang-orang yang telah berpenghasilan alias punya gaji (tetap). Nyatanya, nggak kok. Buktinya? Saya sendiri. Saya telah memilkinya sejak Juli 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memiliki NPWP, kita akan mendapatkan banyak keuntungan. Sebagai mahasiswa yang mau pergi ke luar negeri, untuk urusan apapun, kita akan bebas fiskal. Biaya fiskal itu sejuta rupiah untuk jalur udara, sedangkan untuk jalur laut seharga 500 ribu rupiah. Ini nggak hanya berlaku untuk mahasiswa aja, tapi juga untuk semua pemilik NPWP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngerasa belum punya rencana ke luar negeri? Ah, siapa tau besok ada yang nelpon kamu untuk ngajakin ke luar negeri. Entah jadi TKI atau pertukaran pelajar. Segalanya mugkin, bukan? Jangan menunggu ada panggilan ke luar negeri, trus baru bikin NPWP. Emmm, persiapan pergi ke luar negeri itu cukup repot, seperti ngurus paspor dan visa. Blum lagi ngurus tiket pesawat. Nggak cukup seminggu! kecuali pake calo, itu beda. Saya sih nggak nyaranin pake calo karena pastinya lebih mahal, hehe. Ilegal juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu sering ngadain acara (events) di kampus nggak? Kalo ya, bersegeralah untuk memiliki NPWP. Jika berhasil dapet sponsor dari perusahaan dalam angka yang besar, dana sponsor yang diberikan akan dipotong pajak. Nah, pemotongan pajak itu bisa dilakukan jika panitia (satu orang) memiliki NPWP. Contohnya: Acara X dapet dana sponsor 5 juta rupiah dan dipotong pajak 2%. Jadi, hasil akhir dana sponsornya 4,9 juta. Waw, sayang sekali ya kalo udah dapet dana sponsor gede, tapi nggak punya NPWP. Makanya, buruan bikin yuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berniat membuat NPWP, segeralah wujudkan niat ini. Caranya mudah kok. Dateng aja ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di kotamu (sesuai dengan kota yang tertera di KTP). Yang perlu dibawa cuma KTP, fotokopi KTP, dan Kartu Keluarga (emm, kayaknya ini nggak pake deh. Ah, lupa. Bawa aja biar aman). Waktu saya bikin NPWP, cuma butuh waktu 4 jam. Mungkin saja berbeda di tiap kota, tergantung antrian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu juga bisa mendaftarkan diri melalui situs e-Registration, bisa lewat sini http://www.pajak.go.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=71&amp;Itemid=105. Langkah pertama yang mesti dilakukan adalah membuat login terlebih dahulu. Usai login, barulah kamu bisa masuk dan mengisi formulir pendaftaran. Trus, ikuti aja petujuk di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba! Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-5024428389641623833?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/5024428389641623833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/punya-npwp-penting-lho.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/5024428389641623833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/5024428389641623833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/punya-npwp-penting-lho.html' title='Punya NPWP: Penting Lho!'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-5960142684490940172</id><published>2010-04-25T02:06:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T02:07:22.659-07:00</updated><title type='text'>scream as song</title><content type='html'>A cricket sang a song for night&lt;br /&gt;shadow of the moon on the river side came to friend him&lt;br /&gt;till he slept&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the cricket concert finished&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the shadow came to the frog&lt;br /&gt;”sing me a song!”&lt;br /&gt;“I just can scream.”&lt;br /&gt;“Scream?”&lt;br /&gt;“Yeah, I just scream all of the night.”&lt;br /&gt;“Hwaaa?”&lt;br /&gt;“I have heard you sung to the world.”&lt;br /&gt;“It’s just a scream.”&lt;br /&gt;“Somehow, sometimes, we said it as a shout,&lt;br /&gt;but the world said it as a song.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;say…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 23 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-5960142684490940172?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/5960142684490940172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/scream-as-song.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/5960142684490940172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/5960142684490940172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/scream-as-song.html' title='scream as song'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-8727112666258410476</id><published>2010-04-25T02:05:00.002-07:00</published><updated>2010-04-25T02:06:33.738-07:00</updated><title type='text'>without</title><content type='html'>it's like step without touch the earth&lt;br /&gt;like a bee wanna take honey without touch the flower&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;think without brain&lt;br /&gt;feel without heart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sing without a mouth&lt;br /&gt;run without feet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;laugh without smile&lt;br /&gt;television without cable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;without: somehow, make us less&lt;br /&gt;no, no. no&lt;br /&gt;it's just sometimes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;running to the clouds needs energy to fly&lt;br /&gt;but, sometimes: standing to the earth is more important&lt;br /&gt;just like the eagle said,"Why do the people wanna fly? Actually, I wanna feel the gravitation like them."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-8727112666258410476?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/8727112666258410476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/without.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/8727112666258410476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/8727112666258410476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/without.html' title='without'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-7090455616784545476</id><published>2010-04-25T02:05:00.001-07:00</published><updated>2010-04-25T02:05:55.673-07:00</updated><title type='text'>mirror</title><content type='html'>take a little tear&lt;br /&gt;put on the box&lt;br /&gt;leave it&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walk,&lt;br /&gt;run,&lt;br /&gt;jump,&lt;br /&gt;to take breath across the river&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirror yours on the water&lt;br /&gt;it's like a water mirrors on you&lt;br /&gt;coz the tears left on yours&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-7090455616784545476?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/7090455616784545476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/mirror.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7090455616784545476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7090455616784545476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/mirror.html' title='mirror'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-4153913878090813086</id><published>2010-04-25T02:04:00.002-07:00</published><updated>2010-04-25T02:05:19.496-07:00</updated><title type='text'>glance</title><content type='html'>twilight ray attack the mudhole&lt;br /&gt;glance to me&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-4153913878090813086?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/4153913878090813086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/glance.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/4153913878090813086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/4153913878090813086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/glance.html' title='glance'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-8721135343772530064</id><published>2010-04-25T02:04:00.001-07:00</published><updated>2010-04-25T02:04:51.061-07:00</updated><title type='text'>a song of typing</title><content type='html'>my computer loves singing very much&lt;br /&gt;the keys are its mouth&lt;br /&gt;sing the author's lyrics to us&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;do u wanna hear this?&lt;br /&gt;pressure them to get the song&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tik tik tik tik&lt;br /&gt;tik tik tik tik tik tik tik&lt;br /&gt;tik tik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 24 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-8721135343772530064?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/8721135343772530064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/song-of-typing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/8721135343772530064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/8721135343772530064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/song-of-typing.html' title='a song of typing'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-3286885863034724878</id><published>2010-04-25T02:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T02:04:06.886-07:00</updated><title type='text'>limitasi</title><content type='html'>limitasi menjadi asasi&lt;br /&gt;bagi insan yang bersadar diri&lt;br /&gt;atas kuasa Illahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena diri tak kan mampu menyamai&lt;br /&gt;meski warna-warni&lt;br /&gt;tlah termiliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita berkerabat erat dengan limitasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 24 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-3286885863034724878?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/3286885863034724878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/limitasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/3286885863034724878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/3286885863034724878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/limitasi.html' title='limitasi'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-7811367208840375308</id><published>2010-04-25T02:02:00.004-07:00</published><updated>2010-04-25T02:03:08.404-07:00</updated><title type='text'>pesan dari Bapak</title><content type='html'>Syukur adalah&lt;br /&gt;mempergunakan semua pemberian&lt;br /&gt;atau kenikmatan dari Allah&lt;br /&gt;untuk digunakan&lt;br /&gt;seperti kehendak yang memberi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Februari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-7811367208840375308?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/7811367208840375308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/pesan-dari-bapak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7811367208840375308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7811367208840375308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/pesan-dari-bapak.html' title='pesan dari Bapak'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-4826465679956458926</id><published>2010-04-25T02:02:00.003-07:00</published><updated>2010-04-25T02:02:42.756-07:00</updated><title type='text'>alone</title><content type='html'>1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alone: finding the one to get Great One&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-4826465679956458926?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/4826465679956458926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/alone.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/4826465679956458926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/4826465679956458926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/alone.html' title='alone'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-702058546057181633</id><published>2010-04-25T02:02:00.001-07:00</published><updated>2010-04-25T02:02:21.734-07:00</updated><title type='text'>mulut</title><content type='html'>senja hari, anak kecil itu diberi hadiah&lt;br /&gt;dari ibunya&lt;br /&gt;: sekeping nasihat tentang Mulut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari sekian tugasnya&lt;br /&gt;adalah berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia punya dua pintu&lt;br /&gt;pertama, kata-kata baik&lt;br /&gt;kedua, kata-kata buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika keduanya sama-sama mengeluarkan tenaga&lt;br /&gt;kenapa tak pilih saja dia bekerja dengan baik?&lt;br /&gt;bukankah yang baik itu lebih mulia dari yang buruk?&lt;br /&gt;bukankah syukur&lt;br /&gt;adalah mempergunakan segala sesuatu sesuai dengan apa yang diperintah-Nya?&lt;br /&gt;menjaga, menjaga, dan menjaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;astaghfirullah&lt;br /&gt;astaghfirullah&lt;br /&gt;astaghfirullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 13 Februari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-702058546057181633?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/702058546057181633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/mulut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/702058546057181633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/702058546057181633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/mulut.html' title='mulut'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-2462861995075742994</id><published>2010-04-25T02:01:00.001-07:00</published><updated>2010-04-25T02:01:48.516-07:00</updated><title type='text'>hak milik</title><content type='html'>kita tak punya hak milik&lt;br /&gt;Lantas, kenapa sok merasa kehilangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu HaKI?&lt;br /&gt;semuanya meniru&lt;br /&gt;meniru&lt;br /&gt;meniru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya belum bisa jatuh cinta pada&lt;br /&gt;"HaKI", "HAM", "Emansipasi wanita"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi sekarang&lt;br /&gt;besok mau apalagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 17 Februari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-2462861995075742994?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/2462861995075742994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/hak-milik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2462861995075742994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2462861995075742994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/hak-milik.html' title='hak milik'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-7618407878701993993</id><published>2010-04-25T02:00:00.002-07:00</published><updated>2010-04-25T02:01:23.630-07:00</updated><title type='text'>ruang dan jiwa</title><content type='html'>ruang:&lt;br /&gt;terlihat ada&lt;br /&gt;tapi, sayang:&lt;br /&gt;kita tak tau apakah dia berjiwa atau tak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jiwa:&lt;br /&gt;tak terlihat&lt;br /&gt;tapi, benar:&lt;br /&gt;terpantul oleh cermin datar,&lt;br /&gt;bukan cekung atau cembung: mereka munafik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ruang dan jiwa berdebat singkat,&lt;br /&gt;"Aku tak mau masuk ke ruang."&lt;br /&gt;"Kenapa?"&lt;br /&gt;"Aku kosong jika kau tak ada"&lt;br /&gt;"Aku tak pas dengan ruangmu"&lt;br /&gt;"???"&lt;br /&gt;"Ruangmu terlalu sempit.&lt;br /&gt;Luaskanlah!&lt;br /&gt;Jika kau mau, aku kan bantu."&lt;br /&gt;Lantas, ruang mengangguk-angguk perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku memang butuh diluaskan. Bantu aku."&lt;br /&gt;"Insyaallah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 17 Februari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-7618407878701993993?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/7618407878701993993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/ruang-dan-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7618407878701993993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7618407878701993993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/ruang-dan-jiwa.html' title='ruang dan jiwa'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-3588538185635161872</id><published>2010-04-25T02:00:00.001-07:00</published><updated>2010-04-25T02:00:42.910-07:00</updated><title type='text'>sisa</title><content type='html'>Merasai kebahagiaan&lt;br /&gt;tak luput dari ingatan kematian&lt;br /&gt;sebab dengannya, kala&lt;br /&gt;bercepat mengantar hamba&lt;br /&gt;bersua dengan Ta'ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahu sampai&lt;br /&gt;angka keberapa usiausia&lt;br /&gt;lantas, kubermoga&lt;br /&gt;saldo yang tersisa makin berasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 10 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-3588538185635161872?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/3588538185635161872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/sisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/3588538185635161872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/3588538185635161872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/sisa.html' title='sisa'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-2009546103743589412</id><published>2010-04-25T01:59:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T02:00:10.343-07:00</updated><title type='text'>kata bertabur</title><content type='html'>anjutkan jalan&lt;br /&gt;ke timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makin terik&lt;br /&gt;terjemur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak terasa,&lt;br /&gt;ada yang mengucur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;berharap kasur&lt;br /&gt;waktunya tidur,&lt;br /&gt;malah lembur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menatap laptop&lt;br /&gt;tergoda kasur&lt;br /&gt;menatap buku&lt;br /&gt;terngiang tutur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, mending tidur&lt;br /&gt;daripada hancur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indramayu, 6 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-2009546103743589412?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/2009546103743589412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/kata-bertabur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2009546103743589412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/2009546103743589412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/kata-bertabur.html' title='kata bertabur'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-1500725811242398945</id><published>2010-04-25T01:14:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T01:15:35.580-07:00</updated><title type='text'>langit</title><content type='html'>setiap hari berganti lukisan rupa&lt;br /&gt;meski kanvasnya tak pernah beda&lt;br /&gt;masihkah kau ragu atas kuasa-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda dengan kita,&lt;br /&gt;yang harus berganti kanvas jika ingin berganti rupa&lt;br /&gt;atau mungkin,&lt;br /&gt;jika mau,&lt;br /&gt;menimpakan cat pada kanvas lantas&lt;br /&gt;lemparkan kuas lantas menyapu atasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuasa-Nya: tak kan tertandingi oleh kita&lt;br /&gt;sebab kita hanyalah hamba-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, April 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-1500725811242398945?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/1500725811242398945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/langit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/1500725811242398945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/1500725811242398945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/04/langit.html' title='langit'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-4684387752966494055</id><published>2010-03-01T20:40:00.000-08:00</published><updated>2010-03-01T20:47:45.481-08:00</updated><title type='text'>Fitrah Pengakuan</title><content type='html'>Oleh Nila Rahma, Mahasiswa Program Studi Indonesia FIB UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajip Rosidi bukan hanya seorang kritikus sastra, melainkan juga seorang penulis karya sastra. Laki-laki kelahiran 31 Januari 1938 di Jatiwangi, Majalengka, ini mulai muncul dalam majalah-majalah kebudayaan terkemuka di Jakarta sejak tahun 1952. H.B. Jassin memasukkan beliau ke dalam angkatan ’66.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penyair, Ajip telah menerbitkan beberapa kumpulan sajak, yaitu Ketemu di Djalan (1956) bersama dengan S.M. Ardan dan Sobron Aidit; Pesta (1956) yang menjadikannya sebagai pemenang hadiah sastra nasional dari B.M.K.N. Untuk puisi tahun 1955-1956; Tjari Muatan (1959); Surat Tjinta Endaj Rasidin (1960), dan Djeram (1970). Dalam tulisan ini, penulis akan membahas kumpulan sajak Jeram melalui dua sajak yang terpilih, “Sajak buat Tuhan I” dan “Sajak buat Tuhan II”. Dalam Jeram, banyak ditemukan puisi religi. Kedua sajak tersebut mewakili sajak-sajak lainnya karena penulis mendapatkan kesan yang cukup mendalam saat membaca keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak buat Tuhan&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;Kalau aku bicara pada-Mu, Tuhan&lt;br /&gt;Bukan mau mengadukan dera dan derita&lt;br /&gt;Tak kuharap Kau berdiri di depan&lt;br /&gt;Ke dahiku mengeluskan tangan mesra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kutulis sajak ini, Tuhan&lt;br /&gt;Bukan lantaran rindu-dendam atau demam&lt;br /&gt;Tak kuharap Kau membacanya&lt;br /&gt;Sambil duduk mengisap pipa kala senja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Kau lebih tahu apa rasa hatiku&lt;br /&gt;Dan mengerti bagaimana pikiranku&lt;br /&gt;Karena Kau paling Aku dari aku&lt;br /&gt;Yang terkadang kesamaran sama bayangan&lt;br /&gt;8-1-1960&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat sekilas, puisi ini seperti puisi lama karena terdiri dari empat baris dalam tiap baitnya dan diakhiri dengan bunyi yang sama di tiap barisnya. Akan tetapi, ada satu bunyi akhir pada baris kedua-bait terakhir yang memiliki perbedaan dengan lainnya. Hal ini membuktikan bahwa puisi di atas bukanlah puisi lama, melainkan puisi modern. Seluruh barisnya mengungkapkan tema kerendahan hati terhadap Tuhan. Kerendahan hati dapat kita tangkap melalui penggunaan bahasanya. Untuk membuktikan hal ini, marilah kita membahasnya melalui satu per satu baitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku bicara pada-Mu, Tuhan&lt;br /&gt;Bukan mau mengadukan dera dan derita&lt;br /&gt;Tak kuharap Kau berdiri di depan&lt;br /&gt;Ke dahiku mengeluskan tangan mesra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lirik tengah berandai-andai jika ia dilanda derita yang cukup berat. Sebenarnya, ia ingin mencurahkan segala derita yang ia rasa pada Tuhan. Aku lirik berbeda dengan orang kebanyakan. Jika orang lain seringkali mengadu pada Tuhan saat mereka dilanda dera dan derita, ia berpikir bahwa ia tak perlu melakukannya. Kita dapat melihatnya pada Tak kuharap Kau berdiri di depan/ ke dahiku mengeluskan tangan mesra. Elusan tangan mesra merupakan simbol dari kelembutan pada seseorang yang membutuhkan perhatian. Namun, aku lirik tak menghendakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sama seperti bait sebelumnya, bait kedua mengungkapkan pengandaian. Jika aku lirik menulis sebuah sajak maka bukan berarti ia akan berharap sajaknya dibaca oleh Tuhan lantaran rindu-dendam ataupun demam. Baris terakhir menggambarkan suasana yang santai dalam menikmati sesuatu, sambil duduk mengisap pipa kala senja. “Tak kuharap Kau membacanya/ sambil duduk mengisap pipa kala senja.” Dalam bait kedua ini, kita dapat menangkap harapan aku lirik bahwa ia ingin diperhatikan dengan serius, bukan dengan perhatian sambilan saja seperti digambarkan pemuisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dilakukannya aduan yang dilakukan oleh Aku lirik ternyata bukan berarti ia tak ingin direspon oleh Tuhan. Hal ini disebabkan oleh Aku lirik sadar akan kuasa Tuhan bahwa Tuhan memiliki dua puluh sifat wajib, salah satunya adalah Mahatahu (aliman). Dari sajak ini, kita dapat menangkap kebesaran Tuhan dengan kemahatahuan-Nya. Lebih dari itu, Tuhan lebih mengetahui segala hal yang makhluk-Nya rasakan daripada perasaan makhluk iu sendiri. Hal ini dilukiskan pada rangkaian kata berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Kau lebih tahu apa rasa hatiku &lt;br /&gt;Dan mengerti bagaimana pikiranku&lt;br /&gt;Karena Kau paling Aku dari aku&lt;br /&gt;yang terkadang kesamaran sama bayanagan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, pemuisi mempergunakan diksi yang mudah dimengerti oleh pembaca atau biasa disebut dengan kata konkret. Kata konkret tidak memiliki abstraksi makna karena dia mengacu pada makna sebenarnya. Kemudahan inilah yang membuat sajak ini terkesan sederhana, namun memiliki makna yang mendalam sehingga mudah ditangkap. Pengimajian dalam puisi ini dapat kita rasakan melalui rangkaian kata yang mengacu pada tema, kerendahhatian, sehingga kita merasakan suasana yang cukup sunyi. Secara keseluruhan, “Sajak buat Tuhan I” didominasi oleh bunyi vokal di tiap akhir &lt;br /&gt;barisnya. Hal ini menimbulkan keselarasan serta keharmonisan, keharmonisan hubungan hamba dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari puisi ini, kita dapat mengambil hikmah bahwa Tuhan bersifat Mahatahu sehingga apapun yang kita lakukan, bahkan yang baru kita pikirkan, diketahuinya. Oleh karena itu, patutlah kita menyadari bahwa keberadaaan kita di dunia ini adalah atas karunia Tuhan dan Ia tak bosan-bosan mengontrol kita di sini, di dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajip memberikan judul sajak berikut sama dengan sajak sebelumnya, hanya berbeda urutan, yakni I dan II. Inilah yang disebut dengan dua sajak-satu nafas, sajak satu dengan yang lainnya saling berkaitan. Apakah sajak kedua ini juga meneruskan kerendahhatian Aku lirik? Marilah kita tilik dari satu per satu baitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak buat Tuhan&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt;Makin terasa, betapa sendiri&lt;br /&gt;Hidupku bermukim di bumi. Tiada kawan&lt;br /&gt;yang mau mengulurkan tangan&lt;br /&gt;dan sedia bersama menempuh jalan&lt;br /&gt;tatkala tiap langkah buntu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun, juga Kau&lt;br /&gt;datanng mendekat, menepuk-nepuk bahu&lt;br /&gt;menganjurkan tabah dan jangan ragu.&lt;br /&gt;Tiada. Hanya aku saja lagi&lt;br /&gt;yang setia padaku. Hidup bersama&lt;br /&gt;dalam duka dan putusasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya aku jua, yang tetap cinta&lt;br /&gt;kepada hidupku, tiada dua! Duh, tiada&lt;br /&gt;lagi yang lain kujadikan gagang&lt;br /&gt;tempat sirih pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sendiri di dunia ramai, mengeratkan&lt;br /&gt;aku padaMu, sepi-mutlak!&lt;br /&gt;Rasa lengang di tengah orang, menyadarkan&lt;br /&gt;antara Kau dan aku tiada jarak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seluruh bumi diam sunyi ….&lt;br /&gt;16-4-1960&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bait pertama melukiskan perasaan Aku lirik yang tengah kesepian dalam hidup ini. Ia merasa tak ada orang lain yang sudi membangkitkan semangatnya kembali ketika ia terpuruk dalam keadaan yang begitu rumit. Kerumitan persoalan itu digambarkan pemuisi melalui diksi ‘buntu’. Buntu menyimbolkan keputusasaan, akhir dari segalanya, dan tak terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusasaan aku lirik yang tak terkira membuncah hingga ia pun menyalahkan Tuhan sebab ia merasa bahwa Tuhan tak jua menyapanya. Sebenarnya, Aku lirik mengharapkan adanya kerabat yang bersedia memberikan anjuran supaya ia kuat menghadapi cobaan hidup. Akan tetapi, penantian itu sia-sia. Ia tak jua menjumpai harapannya. Dahsyatnya kesendirian si Aku lirik menjadikan ia bertambah duka dan putus asa. Kita dapat merasakannya melalui lukisan kata pemuisi, “ Tiada. Hanya aku saja lagi/ yang setia padaku. Hidup bersama/ dalam duka dan putusasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan pada diri Aku lirik hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Menurutnya, tak ada orang lain yang memperhatikan ataupun mencintainya. Ia merasa bahwa sudah tak ada tempat lagi berbagi, tak ada tempat lagi guna mengadu segala resah dan gelisah. Hilangnya tempat mengadu diungkap pada,” Duh, tiada/ lagi yang lain kujadikan gagang/ tempat sirih pulang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesendirian yang ia rasakan semakin membuncah meski dalam situasi ramai. Namun, justru kesendirianlah yang mengantarkannya pada makna sendiri. Akhirnya, ia menyadari bahwa keeratan dengan Tuhan sebagai hal yang mutlak ketika tak ada orang lain di sisi kita. Lebih dari itu, ia merasa tiada jarak antara hamba dan Tuhan-Nya karena sesungguhnya Tuhan selalu bersama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sendiri di dunia ramai, mengeratkan&lt;br /&gt;Anganku padaMu, sepi-mutlak!&lt;br /&gt;Rasa lengang di tengah orang, menyadarkan&lt;br /&gt;antara Kau dan aku tiada jarak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seluruh bumi diam sunyi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sajak-sajak Ajip lainnya, dalam “Sajak buat Tuhan” dipergunakan diksi yang mudah dimengerti atau biasa disebut dengan kata konkret. Pemuisi terlihat tak gemar mempergunakan gaya bahasa yang macam-macam. Kesederhanaan inilah yang justru memberi kesan yang mendalam karena mudah dimengerti kaum awam. Pengimajian yang tertangkap dari rangkaian kata dalam puisi itu membawa kita pada suasana yang gelisah pada kali pertama. Akan tetapi, suasana ini terasa dinamis saat perjalanan menuju akhir. Saat di tengah terjadi klimaks, yakni ketika ia merasa tak lagi punya tempat mengadu. “ Hanya aku jua yang tetap cinta/ kepada hidupku, tiada dua! Duh, tiada/ lagi yang lain kujadikan gagang/ tempat sirih pulang.”. Pada akhir bait, kita merasakan suasana yang begitu syahdu saat seorang hamba begitu merasa dekat dengan sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, “Sajak buat Tuhan II” didominasi oleh bunyi vokal di tiap akhir barisnya. Hal ini menimbulkan keselarasan serta keharmonisan, keharmonisan hubungan hamba dengan Tuhan. Penggunaan tanda baca seru juga mempertegas makna yang ingin disampaikan, seperti pada “aku padaMu sepi mutlak!” dan “antara Kau dan aku tiada jarak!”. Penegasan yang disampaikan oleh pemuisi adalah bahwa antara Tuhan dan hamba-Nya sungguh tak berjarak karena sesungguhnya Tuhan selalu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui “Sajak buat Tuhan I” dan “Sajak Buat Tuhan II”, kita dapat menangkap rangkaian rasa fitrah antara hamba dan Tuhan. Keduanya merupakan suatu bentuk kerendahhatian seorang hamba meski terkadang ia merasa tak didampingi-Nya. Keduanya dapat dijadikan teladan bahwasanya kita tak pernah sendiri, di manapun dan kapanpun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Al-Quran. 2005. Gema Insani Press: Jakarta&lt;br /&gt;Rosidi, Ajip. 2001. Jeram: Tiga Kumpulan Sajak. PT Dunia Pustaka Jaya: Jakarta.&lt;br /&gt;Rosidi, Ajip. 1991. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Binacipta: Bandung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-4684387752966494055?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/4684387752966494055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/03/fitrah-pengakuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/4684387752966494055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/4684387752966494055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/03/fitrah-pengakuan.html' title='Fitrah Pengakuan'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-338907513681563987</id><published>2010-02-28T08:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T08:20:40.236-08:00</updated><title type='text'>Komentar untuk Gadis</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam buku Sejarah Indonesia Modern Bab 18: Percobaan Demokrasi,1950-7, M.C. Ricklefs mengatakan bahwa pendidikan diberi prioritas utama dan jumlah lembaga pendidikan meningkat secara drastis. Antara tahun 1953 dan 1960, jumlah anak yang memasuki sekolah dasar meningkat dari 1,7 juta menjadi 2,5 juta, tetapi sekitar 60 % dari jumlah itu pada umumnya keluar sebelum menyelesaikan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah-sekolah lanjutan negeri dan swasta (kebanyakan sekolah agama) dan lembaga-lembaga tingkat universitas bermunculan di mana-mana tetapi terutama sekali di Jawa, dan banyak yang mencapai standar yang tinggi Akan tetapi, masalah-masalah ekonomi dan sosial yang dihadapi bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; setelah pendudukan Jepang dan Revolusi masih besar. Salah satu fenomena sosial diungkapkan oleh Toto dalam puisinya, “Gadis Peminta-Minta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis Peminta-Minta&lt;br /&gt;Oleh Toto Sudarto Bachtiar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil&lt;br /&gt;Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka&lt;br /&gt;Tengadah padaku, pada bulan merah jambu&lt;br /&gt;Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin aku ikut gadis kecil berkaleng kecil&lt;br /&gt;Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok&lt;br /&gt;Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan&lt;br /&gt;Gembira dari kemayaan riang&lt;br /&gt;Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral&lt;br /&gt;Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal&lt;br /&gt;Jiwa begitu murni&lt;br /&gt;Untuk bisa membagi dukaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil&lt;br /&gt;Bulan di atas itu tak ada yang punya&lt;br /&gt;Dan kotaku, ah kotaku&lt;br /&gt;Hidupnya tak lagi punya tanda&lt;br /&gt;(1955)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup ironis jika di atas dinyatakan bahwa jumlah lembaga meningkat secara drastis kemudian 60% dari 2,5 juta peserta didik tingkat dasar pada umumnya keluar sebelum menyelesaikan sekolah. Mungkin, gadis kecil dalam puisi di atas salah satunya. Seringkali kita temui gadis kecil peminta-minta di sepanjang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, seperti di angkot dan perempatan jalan. Setiap aku lirik bertemu dengan gadis kecil berkaleng kecil, ia merasa bahwa kedukaan yang kekal menyelimuti si gadis meski ia terlihat tersenyum di hadapnya. Pengharapan gadis pada si aku untuk memberikan uang begitu besar hingga digambarkan ia tengadah pada aku lirik bagaikan tengadah pada bulan merah jambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat gadis kecil pergi meninggalkannya, ia merasa bahwa &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; telah kehilangan jiwanya. Aku lirik menjadi penasaran dan ingin mengikutinya sampai rumah. Tak hanya ingin, aku lirik benar-benar membuntuti si gadis kecil hingga sampai ke rumahnya, di bawah jembatan. Kegembiraan dalam kemayaan riang, itulah kehidupannya. Si gadis benar-benar miskin serta kegemerlapan dan keriangannya hanyalah angan-angannya. Angan-angan yang begitu tinggi digambarkan pemuisi dengan cara memperbandingkannya dengan menara katedral. Pemukiman kumuh tak menghalanginya untuk berangan tinggi yang melintas di sepanjang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, tempat yang telah ia hafal. Begitu murninya hati si gadis kecil hingga membuat aku lirik tak tega untuk berbagi duka dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil&lt;br /&gt;Bulan di atas itu tak ada yang punya&lt;br /&gt;Dan kotaku, ah kotaku&lt;br /&gt;Hidupnya tak lagi punya tanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lirik begitu khawatir jika gadis kecil menghilang, entah pindah ke tempat lain ataupun mati. Jika si gadis tak ada lagi, bulan yang selalu menemani malamnya tak lagi ada yang memiliki. Tak hanya itu, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ini tak lagi punya tanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengungkapan fenomena sosial ini memperlihatkan keresahan pemuisi terhadap lingkungan sekitarnya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; metropolitan tak pernah lepas dari dinamika kehidupan, kehidupan kaum elitenya dan kaum pinggiran yang miskin dan menderita.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-338907513681563987?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/338907513681563987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/02/komentar-untuk-gadis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/338907513681563987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/338907513681563987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/02/komentar-untuk-gadis.html' title='Komentar untuk Gadis'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-64015372485918113</id><published>2010-02-28T08:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T08:15:35.491-08:00</updated><title type='text'>Ikatan Makna</title><content type='html'>Rasa itu kuikat pada kata bermakna&lt;br /&gt;Merasai berpikir itu menyesakkan&lt;br /&gt;Sesak untuk berpikir bukanlah sakit&lt;br /&gt;:pertanda lapang kan jumpa&lt;br /&gt;rasa mencobainya menjadi biasa&lt;br /&gt;Niscaya kan jadi insan bijaksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 6 Desember 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-64015372485918113?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/64015372485918113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/02/ikatan-makna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/64015372485918113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/64015372485918113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2010/02/ikatan-makna.html' title='Ikatan Makna'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-1955074882647709009</id><published>2009-12-28T02:09:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T02:12:04.251-08:00</updated><title type='text'>Cerita Lebaran</title><content type='html'>Libur Lebaran tahun ini penuh cerita&lt;br /&gt;Saat saya memutuskan pulang tanggal 18 alias H minus dua,&lt;br /&gt;detak jantung berdegup biasa&lt;br /&gt;sebagai pertanda akan melampauinya dengan baik-baik saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat siang, kaki ini melanglang naik bus kota&lt;br /&gt;jurusan terminal di Jakarta, Lebak Bulus namanya&lt;br /&gt;Di sana kawan-kawan tengah menanti&lt;br /&gt;dua jam sebelum keberangkatan tepatnya&lt;br /&gt;Mereka terlalu khawatir tertinggal armada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, saya pun diwanti-wanti agar datang in time istilahnya&lt;br /&gt;Saya jawab,”Ya, saya akan datang sebelum keberangkatan armada.”&lt;br /&gt;Sungguh benar janji saya&lt;br /&gt;Tubuh ini dan barang bawaan dua tas tiba&lt;br /&gt;dua puluh menit sebelum bus meninggalkan Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa melaju, kita pun sampai di Cikampek&lt;br /&gt;Macet begitu dahsyat hingga ratusan mobil bagaikan satu armada berderek&lt;br /&gt;Sungguh terlalu capek&lt;br /&gt;Kami berkeringat hingga lepek&lt;br /&gt;sebab AC berhembus cethek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, saya menjumpai rumah setelah 16 jam berada di armada&lt;br /&gt;Tahun ini memang berbeda masanya&lt;br /&gt;Molor sepuluh jam lebih menjadikan bosan makin terlalu&lt;br /&gt;Bagaimana tidak? Saya pulang tepat pada Puncak arus mudik,&lt;br /&gt;Jumat malam Sabtu&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tiba di rumah tepat 45 menit sebelum sayup azan asyar terdengar&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kutemui ayah dan ibu&lt;br /&gt;dengan otak dan rasa berbinar&lt;br /&gt;Dalam perjalanan itu, perutku hanya terisi seporsi makan malam&lt;br /&gt;hingga ia berteriak, “Aku lapar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai magrib, pintu rumah diketuk kerabat&lt;br /&gt;Teman sebayaku singgah, Nurin namanya&lt;br /&gt;Kami bersiap diri menyusul buka bersama&lt;br /&gt;Sebab kami tak pakar bermotor di jalan raya,&lt;br /&gt;Kakaknyalah jadi korban hingga kami berbonceng tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu dengan kawan sebaya usai lama tak berjumpa&lt;br /&gt;membuat hati terasa berbunga&lt;br /&gt;Kami bertegur sapa, bertanya kabar, dan menikmati es blewah&lt;br /&gt;Emmm, sungguh manis rupanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kotak nasi dan beberapa es blewah terwadah&lt;br /&gt;menyapa kami untuk terus minta disantap&lt;br /&gt;Rupanya, perut ini terlalu rakus jika menanggapinya&lt;br /&gt;Gagasan seorang teman guna menyedekahkannya&lt;br /&gt;pada tukang becak dan abang ojek menjadi solusinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Malam takbiran cukup indah&lt;br /&gt;Bercengkerama dengan keluarga hingga larut malam pun tak terasa&lt;br /&gt;Bertanya rasa, cinta, dan asa&lt;br /&gt;Malam ini penuh cinta dan cerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi buta, Bapak telah menyiapkan baju dan sarungnya&lt;br /&gt;Beliau diamanahi untuk menjadi imam salat Idul Fitri di masjid dekat rumah&lt;br /&gt;Saya bertanya,”Hari ini Bapak mau baca surat apa?”&lt;br /&gt;“Al-A’la dan Al-Ghasiyah”, jawabnya.&lt;br /&gt;Kedua surat itu memang sudah biasa dibaca Rasulullah saat hari raya&lt;br /&gt;Jika kita mengikutinya, kita melaksanakan sunahnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baju saya mana ya?”&lt;br /&gt;“Sapu tangan warna coklat ada di lemari mana?”&lt;br /&gt;“Ibu, sarungku yang baru beli kemarin sudahkah disetrika?”&lt;br /&gt;“Jangan lupa nyapu, ngepel, nyiram bunga, dan ngelap kaca ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara-suara itu makin merdu saat terucap dari mulut-mulut terbuka&lt;br /&gt;Kami sadar kewajiban&lt;br /&gt;Kami tak membedakan pekerjaan rumah bagi saudara laki-laki ataupun perempuan&lt;br /&gt;Kami harus mencuci piring seusai memakainya&lt;br /&gt;Kami menghormati itu semua&lt;br /&gt;Kami bahagia meski terkadang dalam selang gelak tawa terselip duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tradisi bertemu nenek buyut kami tunaikan saat lebaran ketiga&lt;br /&gt;Paman dari seberang, Borneo, pun datang untuk bersua&lt;br /&gt;Kami berkendara Avanza menerjang jalan berbatu di suatu desa&lt;br /&gt;Berjabat tangan, muka, dan hati: itulah tradisi keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bersama-sama memanjatkan doa pada Allah ta’ala&lt;br /&gt;Memohon ampun atas khilaf ucap dan tindakan berkelamut dosa&lt;br /&gt;Teriring pula doa khusus untuk saudara kami yang telah dahulu menghadap Penguasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkeliling ke rumah saudara, bertemu dengan kawan, dan tetangga&lt;br /&gt;Menjadi fitri dengan saling memaafkan hingga gugur dosa-dosa&lt;br /&gt;Makanan, minuman, jajanan, bahkan obrolan pun jadi santapan utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu indah ukhuwah ini&lt;br /&gt;hingga Allah ta’ala menjamin rezeki bagi orang-orang yang senantiasa menjaga tali silaturahmi&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran meski terkadang dilanda duka tak terperi.&lt;br /&gt;Amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-1955074882647709009?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/1955074882647709009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2009/12/cerita-lebaran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/1955074882647709009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/1955074882647709009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2009/12/cerita-lebaran.html' title='Cerita Lebaran'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-7070199204992099386</id><published>2009-12-28T02:06:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T02:08:55.416-08:00</updated><title type='text'>Potret Masa Lalu</title><content type='html'>Sungguh menakjubkan putaran waktu yang dicipta Allah. Aku ingin tuliskan putaran waktu yang kuingat. Sebanyak mungkin. Di sini. Saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku tak bisa bercerita banyak bagaimana saya waktu bayi dulu. Aku hanya mampu bercerita sedikit tentang masa itu dengan pengetahuan tentang diriku dari sekitar. Aku terlahir sebagai anak keempat dari enam bersaudara. Aku mendekam di dalam kandungan selama sepuluh bulan. Itu bukan jangka waktu biasa, sembilan bulan sepuluh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat berumur beberapa bulan, aku pernah terjatuh dari gendongan seorang teman perempuan Mbak Ulfah, Mbak Dwi namanya. Ah, tak apa. Bahkan, seingatku, aku tak pernah merasakan sakit itu. Aku bahagia dapat melihat potret diriku sendiri saat bayi. Enak sekali. Di mana-mana selalu digendong ibu. Terpotret dalam gambar juga di sekelilingku banyak anak-anak lucu yang bahkan saat ini mereka sudah punya anak seumuran anak-anak dalam foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dua kakak lelakiku selalu berpose seperti jagoan. Ada adegan mengangkat dua tangan yang diangkat tepat di depan dada. Tangan kanan lebih maju daripada yang kiri. Kakinya setengah turun dengan muka yang menantang terarah pada kamera. Ah, lucu sekali! Amir adalah kakak pertama. Dia tegas, tapi terkadang suka menunda pekerjaan. Tapi, apapun itu, dia mencontohiku untuk selalu berani bertindak dan tetap bertahan selama kita benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selepas SMA, ia meneruskan studinya ke IKIP Malang dnegan mengambil jurusan Pendidikan Kewarganegaraan. Tak utuh setahun, ia memutusan untuk keluar dari tempat itu. Alasannya, dia tak begitu kuat dengan udara Malang yang dingin. Sakit typusnya sering kambuh. Saat pulang pun, ia dalam keadaan sakit. Mungkin, ada sebab yang lain. Tapi, aku belum tahu. Kan kutanyakan padanya esok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Salman, kakak laki-laki ketigaku. Saking cintanya dengan ayam jagonya, dia mendoumentasikannya dalam sebuah foto. Di sana ada aku, Mbak Sita, Mbak Atin, Iput kecil, Mbah Yah, Kak Salman, dan seekor ayam jagonya itu. Dia seringkali mengelus-elus bulu ayamnya. Sepulang sekolah, pasti ayam yang diperhatikannya. Tak pernah aku mendengarnya kalah dalam pertarungan. Selalu menang! Sebenarnya, aku tak bangga padamu atas hal ini sebab ternyata ada yang lebih berarti dalam ingatanku tentangmu.&lt;br /&gt;--bersambung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-7070199204992099386?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/7070199204992099386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2009/12/potret-masa-lalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7070199204992099386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/7070199204992099386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2009/12/potret-masa-lalu.html' title='Potret Masa Lalu'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-5384533529378498359</id><published>2009-12-28T02:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T02:06:31.529-08:00</updated><title type='text'>Sabit</title><content type='html'>Tit tit tit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Bunyi hape memecah konsentrasiku yang sedang baca Kompas, berita mengenai jebolnya tanggul di Situ Gintung, Banten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Nduk, bisa ke Bekasi sekarang nggak? &lt;br /&gt;         Kak Rifky nginep d rmh tmnnya mlm ini&lt;br /&gt;         Km temenin ak ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubalas,&lt;br /&gt;         Oke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Langsung aku melangkah meniti tangga bercat hitam sempurna yang meliuk mengitari sebatang besi kokoh. Tak biasanya aku mendaki dengan melekatkan tangan pada pegangan tangga karena tak mau kuulangi peristiwa shubuh suram itu. Saat itu, mata dan otakku menyatakan bahwa anak tangga tinggal satu lagi, ternyata salah. Dan, terkilirlah. Sakit.&lt;br /&gt;Tangga di kosan Cempaka Sari menyimpan misteri yang sampai saat ini takterpecahkan. Ia telah memakan korban lebih dari sepuluh anak. Kasusnya sama, koordinasi otak dan mata yang tak sesuai dengan fakta. Hanya karena sebuah anak tangga yang terlewatkan. Nah, sekarang aku tahu rahasia misteri itu: kehati-hatian sangat diperlukan dalam setiap situasi, tak terkecuali untuk menapaki anak tangga.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Meskipun begitu, aku tetap gemar menapakinya. Ya iyalah, kalo aku nggak lewatin situ ya nggak bakal sampe ke kamar. Lebih dari itu, tadi malam kusadari keeksotisan langit terlihat ketika berdiri di atasnya. Aku dapat memandang langit karena tangga kosan ada di deket taman dalam yang tak beratap. Terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Bulan sabit seolah tersenyum pada setiap insan yang memandangnya. Namun, tak  banyak orang punya waktu untuk sekedar mendongakkan mukanya. Aku tak berpikir bahwa orang yang mendongakkan muka adalah orang sombong. Mereka menyempatkan waktu untuk berkedip pada bulan, bintang, kucuran air hujan, dan langit. Mereka mulia karena berada di atas.&lt;br /&gt;Biru laut. Ah tidak, dia lebih pekat dari itu. Ada semburat  hitam. Seperti degradasi lukis buatan anak TK yang memenangi perlombaan mewarnai di Taman Mini Indonesia Indah. Sebenanya, TMII itu besar, tapi kok dibilang kecil ya. Bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Memang, lukisan Allah tak tertandingi. Bayangkan saja, Dia hanya melukis langit dan lekatkan bulan padanya. Tak utuh, kira-kira seperenam saja. Sabit tepatnya. Indah sempurna. Lebih indah dari yang utuh. Kusadar sekarang kesempurnaan tak selalu menuntut keutuhan, tapi menutut memberikan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terkadang, aku berpikir, di mana ujung langit itu berada. Tapi tak kutemukan jawabnya. Pernah kubaca sebuah buku, bahwa langit itu segala sesuatu yang berada di atas. Ketika kita berada di dalam ruangan maka langit kita adalah atap. Langit, apa iti langit? Sebuah judul buku bersampul biru muda. Yang pasti, kulihat dia tersenyu manis pada dunia saat ini. Melihat anak kecil bermain petak umpet di sebelah kosan. Riuh.&lt;br /&gt;Indah dan damai kurasa. Aku punya firasat indah, aku bisa terbang ke bulan kayak lagunya Memes, “pesawatku terbang ke bulan.” Itu hanyalah sebuah firasat baik. Ada juga kok firasat buruknya. Jangan-jangan pas perjalanan pulang aku bakal jatuh seusai mampir ke bulan. Pesawatnya nyungsep ke Mars. Aduh, jangan sampai deh. Ngomongin pulang, jadi inget aku harus segera pulang ke Bekasi. Segera.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-5384533529378498359?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/5384533529378498359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2009/12/sabit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/5384533529378498359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/5384533529378498359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2009/12/sabit.html' title='Sabit'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-3677834415770076716</id><published>2009-12-28T01:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T01:33:46.792-08:00</updated><title type='text'>Memasuki Diri</title><content type='html'>Mengerti lingkungan, sejatinya, hanya mampu dilakukan saat diri telah lulus mengerti diri sendiri. Sebuah perjalanan yang tak pendek saat semuanya dikembalikan pada diri: siapakah saya?; dari manakah saya?; Apa tujuan hidup saya?; Ke mana saya akan kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebuah diskusi menarik kami lakukan pada Rabu malam, 9 Desember 2009 di kosan. Saya, Dadah, dan Miu membincang pengenalan diri. Diawali dengan obrolan kecil, diselingi tawa ceria, dan makanan tentunya, kami menonton sebuah pengantar film, Celestine Prophecy. Sebagai sebuah sarana pembelajaran, cuplikan ini menjadi anjuran yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Malam itu, saya mendapat peneguhan pembelajaran bahwa tempat bergantung segala sesuatu adalah Allah –untuk afirmasi yang ke sekian kalinya-. Allah, pemberi energi dan cinta yang tak terbatas, menguatkan saya untuk percaya diri menatap hidup. Terkatakan sebagai tindakan awam jika saya masih merasa tidak berarti saat tak ada teman ataupun saudara yang berada di dekat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bayangkan saja: saat semua teman ataupun saudara memiliki urusan masing-masing yang harus ditunaikan dalam waktu yang sama dan tempat yang berbeda, apakah saya harus sedih karena tidak ada yang menemani saya? Atau saya harus bingung sebab ingin tahu mereka berada di mana dan sedang apa? Jawabannya: tidak! Saya percaya bahwa banyak orang di sekitar kita memiliki energi dan cinta untuk dibagikan pada kita. Ingat, itu terbatas! Bagaimana jika mereka semua meninggalkan kita? Bagaimana jika ada musibah dahsyat melanda dan kita tertinggal hidup seorang diri di kerumunan orang tak dikenal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH KECIL&lt;br /&gt; Siang itu, saya berjalan menyusuri jalan setapak balik hutan antara Stasiun UI dan FIB. Tiba-tiba, ada yang mencolek pundak. Saya kaget. Saya berputar 360 derajat ke arah kiri, tapi dia sudah berada di sebelah kanan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ooo, mbak Ika.”&lt;br /&gt; “Iya. Kok kamu jalan sendirian?&lt;br /&gt; “Iya, Mbak. Udah biasa kok.”&lt;br /&gt; “Ooo, gitu ya. Eh, saya nggak PD lho kalo jalan sendiri gitu. Gimana gitu rasanya. Kayak ada yang kurang. Nggak sreg aja. Jadi, saya lebih suka ada barengannya.”&lt;br /&gt; “Ooo.” Saya termanggut-manggut. Pun tersenyum menolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kami berdua berjalan hingga sampai berjumpa Gedung II.&lt;br /&gt; “Mbak, saya mau ke Kansas dulu ya. Mau makan. Sedari pagi, saya belum makan. Laper.”&lt;br /&gt; “Sendirian?”&lt;br /&gt; “Iya. Atau Mbak mau ikut?”&lt;br /&gt; “Oh, nggak. Saya udah makan kok. Saya juga nggak PD lho kalo makan di Kansas sendirian. Gimana gitu rasanya. Aneh aja. Nggak nyaman. Nyaman kalo bareng temen-temen”&lt;br /&gt; “Ooo.” Lagi-lagi, saya termanggut-manggut dan tersenyum menolehnya.&lt;br /&gt; “Oke. Saya duluan ya.”&lt;br /&gt; “Iya, Mbak.”&lt;br /&gt; Kami berpisah di koridor gedung perpustakaan menuju Kansas. Mbak Ika belok kiri. Tujuan kami berlainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBELAJARAN&lt;br /&gt; Sebuah keadaan mengkhawatirkan saat kita sendiri tak mampu menjadi teman bagi jiwa dan diri kita sendiri. Begitu kasihan jika kita hanya merasa berarti saat ada orang yang memperhatikan kita. Perhatian, cinta, dan apresiasi seakan tak habis kita ingini. Fitrah memang, tapi dari mana seharusnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seseorang akan diperhatikan atau diapresiasi hanya jika dia memiliki nilai untuk diperlakukan seperti itu. Perhatian, cinta, dan apresiasi itu berasal dari diri sendiri. Lalu, dari manakah asal kekuatan diri itu? Pemberi energi dan cinta yang tak terbatas adalah Allah. Dialah yang Maha Pengasih. Dia Maha atas kesemuanya, tak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Orang yang telah mengenali diri akan pede dalam melakukan aktivitasnya. Tak perlu lagi merasa sendiri atau tak terperhatikan. Merasai perhatian yang bersumber dari arah tepat akan berefek tepat. Jika diri telah membendung perhatian lebih, tak usah lagi bermohon perhatian pada yang lain. Lebih dari itu, diri pun mampu berbagi pada sekitar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-3677834415770076716?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/3677834415770076716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2009/12/memasuki-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/3677834415770076716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/3677834415770076716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2009/12/memasuki-diri.html' title='Memasuki Diri'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4907642146920068740.post-8495381737133377592</id><published>2009-12-28T01:21:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T01:23:33.355-08:00</updated><title type='text'>Keadilan bukanlah Kalkulasi Angka Senilai</title><content type='html'>Membincang perempuan  tak ada habisnya. Hak, kewajiban, dan penghargaan, kesemuanya menjadi menarik saat dilekatkan padanya. Perempuan semakin menarik diperbincangkan saat ditelisik peranannya dalam ranah publik. Banyak terdengar sayup teriakan tuntutan kesetaraan peran perempuan dengan laki-laki di seluruh penjuru ranah. Tuntutan untuk memperoleh porsi yang sama menjadi senjata ampuh untuk memperjuangkan hak perempuan. Apakah memang harus begitu? Apakah keadilan selalu merujuk pada kalkulasi angka senilai, 50:50?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jenis manusia  di dunia ini ada dua, perempuan dan laki-laki. Diciptakannya jenis yang lebih dari satu ini pasti ada maksudnya, saling melengkapi ataupun yang lain. Allah berfirman dalam QS An-Nisa:1 sebagai berikut&lt;br /&gt;Wahai manusia!  Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan Allah menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan  perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan peliharalah hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga  dan mengawasimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam suatu situasi dan kondisi ditemukan lebih dari satu orang, secara otomatis, satu orang akan jadi pemimpin dan yang lain akan dipimpinnya. Jika tidak, kondisi dan situasi akan kacau karena tak ada yang bersedia dipimpin ataupun sebaliknya. Kepemimpinan bukan berarti mutlak dipahami bahwa satunya lebih tinggi dari yang lain, melainkan sebuah cara untuk menciptakan kondisi ideal secara bersama-sama sehingga tujuan dapat dicapai dengan baik dengan sebelumnya menempatkan segala sesuatunya pada tempat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.&lt;br /&gt;Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan akan mendapat suraga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan mendapat tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua ayat di atas, QS At-Taubah 71-72, memberikan jaminan dan kedudukan yang sama bagi mu’min laki-laki dan mu’min perempuan di hadapan Allah. Jika dipandang dari segala seginya, niscaya terlihat bahwa kedudukan perempuan mendapat jaminan yang tinggi dan mulia. Keduanya sama-sama memikul kewajiban dan mendapat hak. Keduanya bertugas menegakkan kebenaran dan keadilan, mengokohkan akhlak yang tinggi dalam pembangunan masyarakat, menjauhkan kerusakan akhlak, dan menentramkan bila terjadi kekacauan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesamaan memiliki hak dan kewajiban di antara laki-laki dan perempuan bukanlah berarti bahwa kesemua pekerjaan yang dapat dilakukan laki-laki dapat juga dilakukan oleh perempuan. Oleh sebab itu, meskipun sama-sama berhak dan sama-sama berkewajiban, pekerjaan harus dibagi. Jika keduanya mengerjakan pekerjaan yang sama akan timbul hasil yang sia-sia, bahkan ada yang tak terlaksana. Hal seperti ini mengisyaratkan kepada kita bahwa sebenarnya keadilan tak sepenuhnya ditunjukkan oleh kalkulasi angka senilai, 50:50, melainkan ketepatan dalam peletakan segala hal hingga memunculkan hasil yang memang tepat dan pantas didapat.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Pustaka&lt;br /&gt;Al-Qur’anul karim&lt;br /&gt;Hamka. 1984. Kedudukan Perempuan dalam Islam. Jakarta: Pustaka Panjimas.&lt;br /&gt;Megawangi, Ratna. 1999. Membiarkan Berbeda?: Sudut Pandang Baru tentang Relasi  Gender. Bandung: Mizan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907642146920068740-8495381737133377592?l=nilarahma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nilarahma.blogspot.com/feeds/8495381737133377592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2009/12/keadilan-bukanlah-kalkulasi-angka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/8495381737133377592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4907642146920068740/posts/default/8495381737133377592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nilarahma.blogspot.com/2009/12/keadilan-bukanlah-kalkulasi-angka.html' title='Keadilan bukanlah Kalkulasi Angka Senilai'/><author><name>nilarahma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04727289387400715747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_bjjf_3sZwHg/S9Lqi2bmZnI/AAAAAAAAABM/FAccRJK-oWg/S220/oim+fib+ui.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
